Page 713 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 713

Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar-Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh
              Banja mengatakan proses pembahasan skema JKP dalam UU Ciptaker masih berlangsung.
              Dalam prosesnya, sejumlah pokok bahasan utama yang dibahas mengenai skema, mekanisme,
              besaran, serta urusan pendanaan.

              "Jadi,  untuk  skema,  mekanisme,  besaran,  serta  urusan  pendanaan  masih  dalam  proses
              pembahasan  dengan  kementerian  terkait,"  kata  Irvansyah  kepada    Bisnis    pada  Selasa
              (6/10/2020).

              Dia menambahkan pembahasan di tataran pemerintah melibatkan sejumlah kementerian dan
              lembaga (K/L) di antaranya Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Kementerian Keuangan
              (Kemenkeu), dan BP Jamsostek.

              Namun, pemerintah belum dapat memastikan waktu pasti untuk penyelesaian aturan turunan
              tersebut. "Jadi, saya tidak bisa memberikan banyak informasi ya karena semuanya masih dalam
              pembahasan," tambah Utoh.

              Selain itu, dalam pembahasan yang sejauh ini berlangsung pemerintah belum melibatkan para
              pelaku usaha.

              Dalam  UU  Ciptaker  Pasal  46,  pekerja  yang  mengalami  pemutusan  hubungan  kerja  berhak
              mendapatkan  jaminan  kehilangan  pekerjaan.  yang  diselenggarakan  oleh  BP  Jamsostek  dan
              pemerintah.
              Jaminan  kehilangan  pekerjaan  yang  diselenggarakan  secara  nasional  berdasarkan  prinsip
              asuransi  sosial  dengan  tujuan  mempertahankan  derajat  kehidupan  yang  layak  pada  saat
              pekerja/buruh kehilangan pekerjaan.

              Adapun,  dalam  UU  Ciptaker  JKP  memiliki  sejumlah  manfaat,  antara  lain  uang  tunai,  akses
              informasi pasar kerja, serta pelatihan kerja.

              Untuk  pendanaan,  jaminan  kehilangan  pekerjaan  diambil  dari  tiga  sumber  yaitu  modal  awal
              pemerintah;  rekomposisi  iuran  program  jaminan  sosial;  dan/atau  dana  operasional  BPJS
              Ketenagakerjaan.

              Dihubungi  secara  terpisah,  Ketua  Umum  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  Hariyadi
              Sukamdani  mengungkapkan  dalam  pembahasan  yang  dilakukan  secara  tripartit  antara
              pengusaha,  pekerja,  dan  pemerintah  tujuan  dari  JKP  adalah  tidak  menambah  beban  iuran
              pekerja.

              "Terserah  mau  bentuknya  bagaimana,  mau  formulanya  bagaimana.  Pokoknya,  tidak  ada
              penambahan beban iuran. Itu kesepakatannya antara pelaku usaha, pekerja, dan pemerintah,"
              kata Hariyadi kepada  Bisnis  .

              Tidak adanya penambahan beban iuran bagi pekerja, jelas Hariyadi, menjadi satu-satunya tujuan
              yang disepakati mengenai JKP.

              Pada kesempatan berbeda, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengajak seluruh kalangan
              pemerintah dan pemangku kepentingan lain untuk kembali duduk bersama merumuskan formula
              program JKP.
              "Saya  mengajak  pemangku  kepentingan  sektor  ketenagakerjaan,  baik  pelaku  usaha  maupun
              serikat buruh agar duduk bersama untuk menyempurnakan kembali PP-nya," ujar Ida.

              Terkait  dengan  hal  tersebut,  dia  berharap  pengusaha  dan  serikat  pekerja  selaku  pemangku
              kepentingan berpartisipasi aktif dengan memberikan berbagai masukan kepada pemerintah.
                                                           712
   708   709   710   711   712   713   714   715   716   717   718