Page 824 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 824

Sedangkan, dua fraksi menyatakan menolak RUU Cipta Kerja ini yaitu Partai Keadilan Sejahtera
              dan Partai Demokrat. "Tujuh fraksi menerima dan dua menolak, tapi pintu komunikasi tetap
              dibuka, hingga menjelang Rapat Paripurna," kata Supratman.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah,  menegaskan  pembahasan  RUU  Cipta  Kerja  telah
              dijalankan secara Tripartit dan sesuai dengan kesepakatan antar pihak yang terkait.

              "Rumusan klaster ketenagakerjaan yang ada dalam RUU Cipta Kerja saat ini merupakan intisari
              dari  hasil  kajian  pakar/ahli,  focus  group  discussion  (FGD),  Rembug  Tripartit  (pemerintah,
              pekerja/buruh dan pengusaha) yang sejak lama dilakukan atas beberapa materi ketenagakerjaan
              yang krusial," kata Ida dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020.

              Dia menuturkan, Pemerintah menegaskan bahwa proses penyusunan RUU Cipta Kerja sejatinya
              telah melibatkan partisipasi publik, baik unsur pekerja/buruh yang diwakili serikat pekerja/serikat
              buruh,  pengusaha,  kementerian/lembaga,  praktisi  dan  akademisi  dari  perguruan  tinggi  serta
              lembaga lainnya, seperti International Labour Organization (ILO).
              Bahkan pada saat RUU Cipta Kerja telah masuk dalam tahap pembahasan di DPR. Sesuai arahan
              presiden  pada  tanggal  24  April  2020,  Pemerintah  melakukan  kembali  pendalaman  rumusan
              klaster ketenagakerjaan yang melibatkan pengusaha (APINDO) dengan perwakilan Konfederasi
              Serikat Pekerja/Serikat Buruh.
              "Dalam pertemuan tersebut, pemerintah banyak menerima masukan dari serikat pekerja/serikat
              buruh. Dengan proses yang telah dijalankan ini, pemerintah telah dengan seksama menyerap
              berbagai aspirasi, khususnya dari unsur pekerja/buruh," ujarnya.

              Kendati  begitu,  Pemerintah  menyadari  dalam  proses  penyusunan  RUU  Cipta  Kerja,  terdapat
              perbedaan  pandangan pro-kontra. Perbedaan  pandangan  ini  tentu  saja merupakan  hal  yang
              wajar dalam dinamika sosial dan demokrasi.

              Namun demikian, pada akhirnya Pemerintah harus memutuskan dan menyiapkan draf yang akan
              dibahas bersama DPR. Disisi lain, proses pembahasan RUU Cipta Kerja antara Pemerintah dan
              DPR berjalan secara transparan.

              Kata  Ida,  ini  untuk  pertama  kalinya  pembahasan  suatu  RUU  dilakukan  secara  terbuka  dan
              disiarkan melalui kanal-kanal media sosial yang tersedia. Hal ini dimaksudkan agar publik dapat
              mengawal proses pembahasan RUU Cipta Kerja secara seksama.

              "Kita telah menyaksikan bahwa proses pembahasan RUU Cipta Kerja di DPR berjalan dinamis,
              demokratis dan konstruktif. Pemerintah menerima banyak masukan dari Panja DPR sehingga
              menghasilkan perubahan rumusan ketentuan dalam klaster ketenagakerjaan," pungkasnya.





















                                                           823
   819   820   821   822   823   824   825   826   827   828   829