Page 210 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 OKTOBER 2020
P. 210
Lanjut Nining, aksi mogok nasional tersebut akan diikuti aliansi buruh yang tergabung atas
Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) di pelosok daerah .
"Gabungan berbagai organisasi gerakan rakyat yang tergabung dalam GEBRAK dan aliansi-aliansi
daerah menyerukan aksi nasional pemogokan umum rakyat Indonesia, yang akan dilakukan
pada tanggal 6, 7, 8 Oktober 2020," kata Ketua KASBI Nining Elitos dalam keterangan pers
tertulisnya, Minggu (4/10/2020).
Menurut Nining, aksi mogok nasional merupakan bentuk kekecewaan terhadap DPR RI dan
pemerintah karena tetap meneruskan pembahasan RUU Ciptaker di tengah pandemi virus
Corona (COVID-19). Apalagi, sebut dia, pembahasannya digelar di tengah ancaman PHK bagi
para buruh.
"Seruan aksi nasional ini dipicu oleh sikap DPR dan pemerintah yang tidak mau mendengarkan
aspirasi rakyat. DPR secara diam-diam justru gencar melakukan pembahasan omnibus law RUU
Cipta Kerja di tengah situasi pandemi COVID-19 yang semakin buruk penanganannya, yang
berakibat pada pemberhentian kerja (PHK) massal. Keterbatasan informasi publik atas agenda
pembahasan ini tercermin dalam ketiba-tibaan dilangsungkannya sidang pengambilan keputusan
tingkat 1 tadi malam, 3 Oktober 2020," paparnya.
"Omnibus law dibuat untuk memberikan karpet merah pada investor dan memperluas kekuasaan
oligarki untuk semakin menghisap mayoritas rakyat. Tidak hanya itu, dalih memudahkan
perizinan dan pengadaan tanah dalam omnibus law bakal berdampak pada meningkatnya
perampasan tanah dan konflik agraria," tambahnya.
209

