Page 480 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 NOVEMBER 2020
P. 480

neutral - Said Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)) Kami menghimbau
              kepada  pemerintah  terutama  Menaker,  cabut  SE  (UMP)  tersebut.  Dan  pada  para  gubernur,
              jangan ikuti SE Menaker tersebut



              Ringkasan

              Gubernur Ganjar Pranowo memutuskan untuk menaikkan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP)
              Jawa Tengah pada 2021 menjadi Rp 1.798.979 atau naik sebesar 3,27 persen dari besaran UMP
              Jateng 2020 sebesar Rp1.742.015.

              "Kami sudah menggelar rapat dengan berbagai pihak dan sudah mendengarkan masukan. Sudah
              kami tetapkan UMP Jateng tahun 2021 naik menjadi sebesar Rp1.798.979,12," katanya dikutip
              dari Antrara, Sabtu (31/10/2020).


              TAK IKUTI SE MENAKER, UMP 2021 JAWA TENGAH NAIK 3,27 PERSEN

              Jakarta  -  Gubernur  Ganjar  Pranowo  memutuskan  untuk  menaikkan  besaran  Upah  Minimum
              Provinsi (UMP) Jawa Tengah pada 2021 menjadi Rp 1.798.979 atau naik sebesar 3,27 persen
              dari besaran UMP Jateng 2020 sebesar Rp1.742.015.
              "Kami sudah menggelar rapat dengan berbagai pihak dan sudah mendengarkan masukan. Sudah
              kami tetapkan UMP Jateng tahun 2021 naik menjadi sebesar Rp1.798.979,12," katanya dikutip
              dari Antrara, Sabtu (31/10/2020).

              Ganjar mengaku tidak menggunakan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dalam menetapkan
              kenaikan  UMP  Jateng  2021,  melainkan  tetap  berpegang  teguh  pada  Peraturan  Pemerintah
              Nomor 78 tahun 2015 Tentang Pengupahan.

              Selain itu, pertimbangan lain adalah hasil rapat dengan Dewan Pengupahan, serikat buruh, dan
              Asosiasi Pengusaha Indonesia. Pihak-pihak tersebut, lanjut Ganjar, sudah diajak berbicara dan
              memberikan masukan-masukan.

              "UMP Jateng 2021 ini tidak sesuai dengan Surat Edaran Menaker yang kemarin dikeluarkan, yang
              intinya menyampaikan tidak naik atau sama dengan UMP 2020. Perlu saya sampaikan bahwa
              UMP  ini  sesuai  dengan  PP  78  tahun  2015  tentang  pengupahan  yang  mendasari  pada
              pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Dua hal ini yang coba kami pegang erat," jelasnya.

              Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi "year of year" (yoy) untuk September
              di Jawa Tengah sebesar 1,42 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 1,85
              persen  "Dengan  demikian,  terdapat  kenaikan  sebesar  3,27  persen.  Angka  inilah  yang  kami
              pertimbangkan,  maka  UMP  Jateng  2021  kami  tetapkan  sebesar  Rp1.798.979,12  atau  naik
              Rp56.963,9," ujar Ganjar.
              Orang nomor satu di Jateng itu menegaskan bahwa keputusan besaran UMP jateng 2021 itu
              akan berlaku untuk 35 kabupaten/kota dan harus menjadi pedoman UMP dalam penetapan UMK
              masing-masing.

              "Mereka punya waktu sampai tanggal 21 November nanti untuk menyusun itu (UMK, red). Dan
              ini kalimatnya dapat, artinya bisa iya bisa tidak. Pengalaman di Jawa Tengah, selama ini kami
              tidak menggunakan UMP melainkan UMK," katanya.





                                                           479
   475   476   477   478   479   480   481   482   483   484   485