Page 28 - SKI jld 4-16 2015 Resivi Assalam
P. 28
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 4
1010 M: Shah-namah, epik Parsi masyhur karangan Firdawsi usai ditulis.
Deskripsi dalam Hikayat Muhammad Ali Hanafiyah yang
mirip dengan Shah-namah antara lain ialah deskripsi tentang
peperangan antara pasukan Muhamad Ali Hanafiyah dengan
Yazid.
1234: Suhrawardi wafat
1256 M: Hancurnya kekhalifatan Baghdad oleh serbuan bangsa Mongol
1270-1516 M: Masa kesultanan Samudra Pasai Pasai. Pasai pernah dikalahkan
Majapahit pada pertengahan abad ke-14 M dan bangkit kembali
menjadi pusat pendidikan dan penyebaran Islam.
1297: Tanggal tahun di batu nisan Malik al-Saleh, diterima kalangan
ahli sejarah sebagai waktu berdirinya Samudera Pasai menjadi
sebuah kerajaan Islam.
1311 H: Terbit di Mekkah bab I Bustan salatin yang terdiri dari 10 fasal,
membicarakan tujuh petala langit dan bumi, konsep Nur
Muhammad dalam tasawuf, Lawh al-Mahfudz, Kalam, Arsy,
Kursi, dan lain-lain.
1324 H: Muhammad Dalil bin Muhammad Fatawi atau Syeikh Bayang
menulis Thalabus Shalat. Thalabus Shalat berisi nasihat,
khususnya tentang salat yang baik dengan mengetahui rukun
dan syaratnya
1326 H: Muhammad Dalil bin Muhammad Fatawi atau Syeikh Bayang
(1864-1923) mengarang Syair (Nazam) Darul Mawa’izah
(Pengajaran yang Indah).
1360 M: Penaklukan tentara Majaphit atas Samudra Pasai. Pada
masa pemerintahan Hayam Wuruk, Mahapatih Gajah Mada
menggagaskan perluasan kerajaan Majapahit ke seluruh wilayah
Nusantara. Untuk maksud tersebut dikirimlah sebuah ekspedisi
besar ke tanah Melayu yang dikenal dengan nama Pamalayu.
Dalam ekspedisi itu banyak sekali kerajaan Melayu ditaklukkan
termasuk Sriwijaya Minangkabau, dan Samudra Pasai.
1394 M: al-Wasiti, pengarang kitab Masabeh Mafateh/ Kitab Mafatih al-
raja’ fi sharh Masabih al-Diya wafat
14