Page 171 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 171
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
negeri, dan memindahkannya ke pegadilan umum, Landraad. Kebijakan ini
dimungkingkan setelah diberlakukannya hukum adat sebagai hukum material
yang dipakai dalam peradilan Landraad. Perkembangan politik hukum adat tidak
dapat dipisahkan dari teori yang dikembangkan Snouck Hurgronje, yaitu teori
receptie. Kebalikan dari teori van den Berg, teori receptie ini mengatakan bahwa
hukum agama berlaku dalam suatu masyarakat apabila hukum itu telah meresap
ke dalam masyarakat. Hukum agama yang tidak meresap dalam masyarakat
tidak bisa dijadikan hukum masyarakat itu. Menurut teori hukum adat, waris
termasuk perkara yang tidak meresap ke dalam masyarakat, sehingga harus
dipindahkan kewenangan peradilannya ke peradilan umum, Landraad.
Pembahasan ini akan merekonstruksi perkembangan, perubahan dan dinamika
lembaga dan praktik hukum Islam atau mahkamah syari’ah dari mulai masa
kerajaan-kerajaan Islam sampai masa kemerdekaan Indonesia. Ada hubungan
yang tak dapat dipisahkan antara kebijakan kolonial tahun 1937 dengan
diundangkannya Undang-undang No. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama
di masa kemerdekaan. Karena itu uraian dalam bagian ini tidak tuntas tanpa
menyertakan kelahiran undang-undang tersebut.
Hukum Islam dan Kadi
Syari’ah adalah konsep
yang mencakup
pengertian amat luas,
meliputi seluruh alam
Yang dimaksud dengan hukum dalam tulisan ini mengacu pada hukum syari’ah. (syari’ah ‘alamiyah)
Syari’ah adalah konsep yang mencakup pengertian amat luas, meliputi seluruh yang ditujukan kepada
alam (syari’ah ‘alamiyah) yang ditujukan kepada seluruh manusia, tidak hanya seluruh manusia,
untuk umat Islam, baik yang beragama maupun tidak. Syari’ah Islam tidak tidak hanya untuk
mengenal pembedaan baik yang bersifat ‘unsuri, seperti warna kulit putih umat Islam, baik yang
beragama maupun
dan hitam, maupun hirarkhi seperti bangsawan dan orang biasa, orang kaya tidak. Syari’ah Islam
dan orang miskin dan seterusnya. Di hadapan syari’ah semua manusia sama tidak mengenal
derajatnya. 2 pembedaan baik yang
bersifat ‘unsuri, seperti
warna kulit putih dan
Perkembangan masyarakat Islam secara intrinsik dibarengi oleh kemajuan dalam hitam, maupun hirarkhi
bidang hukum syari’ah, suatu formula aturan yang didasarkan atas prinsip- seperti bangsawan dan
prinsip agama ini. Tidak ada suatu masyarakat muslim pun di dunia tanpa hukum. orang biasa, orang kaya
Indonesia tanpa terkecuali. Karena itu bisa dipahami pula jika intelektualitas dan orang miskin dan
Muslim Indonesia didominasi oleh kepakaran bidang fikih ketimbang pemikiran seterusnya. Di hadapan
teologi maupun mistik. Cerdik pandai Muslim Indonesia kebanyakan adalah ahli syari’ah semua manusia
sama derajatnya.
dalam fikih, suatu sistem hukum yang dielaborasi dari syari’ah.
155

