Page 173 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 173

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Pelembagaan Hukum Islam





           Lembaga  hukum  Islam  (qadha)  pertama  kali  berdiri  sebagai  bagian  kerajaan
                                                                                               Berdirinya
           Islam. Dalam setiap pemerintahan Islam di Nusantara, meskipun kepemimpinan     kelembagaan hukum
           tidak berada pada seorang ahli agama, hubungan agama dan kekuasaan             Islam ternyata tidak
           merupakan suatu keharusan. Sejarah pelaksanaan hukum Islam telah dimulai         harus menunggu
           sejak terbentuknya kesultanan-kesultanan. Ini merupakan konsekuensi dari          terbentuknya
                                                                                            kekuasaan Islam
           karakter agama Islam yang tidak hanya terbatas pada domain kepercayaan,       (negara) secara formal
           ritual dan moral, tetapi juga meliputi penataan keluarga dan masalah-masalah   karena pelaksanaan
           sosial.                                                                        hukum Islam tertentu
                                                                                             membutuhkan
                                                                                         keharusan dibentuknya
           Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila hukum syari’ah telah menjadi    lembaga kehukuman.
           perhatian utama sejak terbentuknya masyarakat muslim di Nusantara. Satu
           sumber tradisional mengisyaratkan bahwa kelembagaan hukum berdiri seketika
           suatu komunitas Muslim terbentuk. Berdirinya kelembagaan hukum Islam
           ternyata tidak harus menunggu terbentuknya kekuasaan Islam (negara) secara
           formal karena pelaksanaan hukum Islam tertentu membutuhkan  keharusan
           dibentuknya lembaga kehukuman. Dalam Hikayat Banjar diceritakan ketika raja
           Tunggal Meteng (sic.) di Majapahit dan patihnya yang bernama Gajah Mada
           memerintah Jawa, sejumlah negeri di luar Jawa tunduk di bawah kekuasaannya.
           Negeri-negeri yang menjadi vazal Majapahit ketika itu antara lain Palembang,
           Jambi,  Bugis,  Makassar,  Johor  Patani,  Pahang,  Minangkabau  dan  lainnya.
           Setelah raja Tunggal Meteng dan patihnya Gajah Mada meninggal dunia,
           kedudukannya sebagai raja diganti oleh anaknya yang muda bernama Dipati
           Mahanguruk (sic.), dan kedudukan Gajah Mada diganti oleh Mahurdara (sic.).
           Peristiwa ini menandai permulaan redupnya majapahit.


           Dalam rangka memperkuat persekutuan, Raja Majapahit mempunyai rencana
           untuk menikahi putri Sultan Pasai. Tetapi Sultan Pasai merasa kurang berkenan,
           karena raja Majapahit itu masih kafir, sedangkan Sultan sudah Muslim. Namun
           demikian, Sultan merasa kawatir, kalau menolak keinginan raja Majapahit itu
           kekuasaannya bakal dicaplok oleh Majapahit yang dikenal selama ini sebagai
           ekspansif. Karena itu Sultan akhirnya merelakan putrinya dipersunting raja
           Majapahit. Puteri itupun diboyong ke Istana Majapahit.

           Setelah beberapa lama kemudian, Sultan Pasai merasa rindu dengan putrinya,
           dan  ingin  mengetahui  kabar keadaannya.  Lalu  Sultan  mengutus  putranya,
           Raja Bungsu untuk melihat keadaan Putri Pasai di Majapahit. Sesampainya
           di Majapahit, Raja Bungsu  diterima oleh  Raja Majapahit  dengan penuh
           penghormatan. Setelah beberapa lama tinggal di Kraton Majapahit, Raja Bungsu
           hendak pamit pulang kembali ke Pasai untuk menghabarkan pada ayahandanya,
           Sultan Pasai, bahwa putrinya dalam keadaan baik. Demi Putri Pasai yang masih
           kengen dengan saudaranya itu Raja Majapahit mencegah Raja Bungsu kembali




                                                                                                 157
   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178