Page 177 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 177

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           4.   Dene bab kagunganingsun wali hakim, lan palakine bocahingsun pinggir,
                kang wus tetela pripisane, hing dina hiki sun paringake marang sira, bab
                hidin  palakine  mahu  sabanjure  kalakon  hapa  kang  wus  dadi  hadate.
                (Adapun kewenangan wali hakim bagi kawula (perempuan) pinggir (tidak
                punya wali nasab) yang sudah diteliti dan jelas (tidak punya wali nasab),
                pada hari ini saya delegasikan kepada saudara. Mengenai ijin menikah
                kemudian dijalankan menurut kebiasaannya.)


           5.   Kabeh  hiku  olehira  nindaake  hapa kang  wus  kasebut dhawuhingsun
                mahu kabeh, kang nastiti hangati-ati, kang kendel hapa benere
                pangadilaningsun. (Dalam menjalankan tugas semua perintah saya yang
                sudah disebut itu hendaknya (saudara) berhati-hati dan teliti, serta berani
                menegakkan kebenaran dan keadilan.)





           Jadi dalam serat kekancingan itu ditegaskan bahwa tugas pokok dan fungsi          Dalam Serat
           penghulu tidak saja mengenai urusan nikah, talak, cerai dan rujuk seperti pada   Kekancingan itu
           jaman sekarang, tetapi meliputi semua segi pelaksanaan hukum syari’ah, yaitu:    ditegaskan bahwa
                                                                                           tugas pokok dan
           1.   Menjalankan hukum syara’ seperti ibadah yang meliputi penyelenggaraan    fungsi penghulu tidak
                                                                                         saja mengenai urusan
                salat Jum’at dan ibadah lain.                                            nikah, talak, cerai dan
                                                                                           rujuk seperti pada
           2.   Memimpin pengadilan surambi, meliputi pengadilan kasus-kasus perkara     jaman sekarang, tetapi
                perkawinan, talak, waris, wasiat, gono-gini, dan sebagainya.              meliputi semua segi
                                                                                          pelaksanaan hukum
                                                                                               syari’ah.
           3.   Melakukan pembinaan dan pendidikan agama Islam bagi rakyat di
                seluruh  wilayah  negara  Surakarta,  termasuk  desa-desa  perdikan  dan
                kaum menurut kebenaran agama Rasul.

           4.   Menjadi wali hakim dalam akad perkawinan bagi perempuan yang setelah
                diperiksa dengan teliti diketahui tidak memiliki wali nasab, dan tidak jelas
                kekerabatannya.





           Mencermati surat pengangkatan penghulu tersebut, tampak bahwa  tauliyah
           raja kepada penghulu meliputi dua dimensi yang menjadi tuntutan syari’ah,
           yaitu tugas penghulu dan wilayah yang menjadi jurisdiksinya. Merujuk pada
           surat keputusan raja tersebut, kompetensi penghulu mencakup semua hal yang
           berkaitan dengan pelaksanaan syari’ah Islam, yakni: ritual ibadah, mahkamah
           syari’ah, pendidikan agama, dan wali hakim, sedangkan wilayah jurisdiksinya
           meliputi seluruh wilayah kerajaan Surakarta.







                                                                                                 161
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182