Page 172 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 172
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
KH. Syamsuddin, Pendiri Pondok
Pesantren KH. Syamsuddin
merupakan seorang Kadi pertama
di Ponorogo.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
Dalam konteks ini, konsep hukum syari’ah dibatasi pada dimensi khusus, yaitu
pemeliharaan tertib masyarakat (qadha atau mahkamah). Mahkamah adalah
satu bentuk pelaksanaan kekuasaan yang didelegasikan oleh kepala negara
kepada kadi atau hakim. Fungsi qadha berhubungan dengan pengadministrasian
masalah-masalah keagamaan yang harus dilaksanakan oleh kadi. Secara harfiah
qadha bermakna mengadili, memutuskan, atau menetapkan, menunjuk pada
3
orang yang memegang otoritas mengadili karena adanya tauliyah (pendelegasian
wewenang) dari penguasa. Penguasa atau kepala negara secara formal
mengangkat kadi (qadhi) dengan tugas menangani hukum syari’ah di dalam
wilayah yang ditentukan penguasa. Kadi mempunyai peran sangat penting
4
dalam pemerintahan maupun kehidupan masyarakat serta keberlangsungan
5
tradisi Islam. Oleh karena itu, mengangkat kadi menurut Quraishi merupakan
kewajiban pertama yang harus dilaksanakan oleh setiap pemerintah Islam. 6
Argumen utama bagi adanya jabatan kadi terutama berlandaskan tradisi Nabi
Muhammad saw. dan Khulafaur Rasyidin. Al-Mawardi (w.1054), seorang penulis
otoritatif dalam bidang pemerintahan Islam, menyatakan bahwa mendirikan
lembaga qadha dan mengangkat kadi merupakan keharusan yang tak boleh
diabaikan dan merupakan sunnah yang harus terus menerus diikuti oleh setiap
pemerintahan Muslim (fa inna al-qadha faridhatun muhkamatun wa sunnatun
muttaba’ah). Mula-mula memang Rasulullah sendiri yang mengadili berbagai
7
perkara di kalangan Muslim, tetapi ketika masyarakat Muslim semakin besar
dan wilayah kekuasaan juga semakin luas, beliau menunjuk kadi dan diikuti
pada masa Khulafaur Rasyidin.
156

