Page 194 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 194
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
yakni munculnya lembaga-lembaga ekonomi syari’ah, berbentuk bank syari’ah,
Pada tahun 2006
Undang-undang No. asuransi syari’ah, pegadaian syari’ah, reksadana syari’ah, obligasi syari’ah, surat
7 tahun 1989 itu berharga syari’ah, sekuritas syari’ah, pembiayaan syari’ah dan sebagainya.
diamandemen menjadi Amandemen itu merupakan perluasan kewenangan Pengadilan Agama berupa
Undang-undang kewenangan untuk menerima, memeriksa memutus dan mengadili sengketa
No. 3 tahun 2006. di bidang ekonomi syari’ah tersebut. Dengan amandemen itu UU tentang
26
Agaknya undang-
undang No. 7 tidak Peradilan Agama menjadi tidak lagi hanya melayani kepentingan umat Islam,
lagi dapat menampung tetapi juga umat lain yang terlibat dan transaksi syari’ah tersebut.
perkembangan
baru yang tumbuh Apa yang telah dicapai oleh umat Islam Indonesia itu berlawanan dengan
di Indonesia, yakni perkembangan yang terjadi di banyak negara dengan penduduk mayoritas
munculnya lembaga-
lembaga ekonomi Muslim, atau bahkan negara Islam. Di Turki dan negara-negara Afrika Utara
syari’ah, berbentuk dan Pakistan mahkamah Islam mengalami berbagai degradasi sejak beberapa
bank syari’ah, dekade terakhir. Di kebanyakan negera-negara tersebut, peradilan Islam
asuransi syari’ah, dihapuskan, sekurang-kurangnya menghadapi masalah penciutan kompetensi,
pegadaian syari’ah, dan pengadilan umum telah mengambil alih kompetensi mahkamah Islam dan
reksadana syari’ah,
obligasi syari’ah, surat bahkan menempatkan posisi mahkamah Islam di bawah otoritas pengadilan
berharga syari’ah, umum. Apa yang terjadi di Indonesia justeru kebalikan dari tren di negara-negara
sekuritas syari’ah, tersebut. Di Indonesia, Pengadilan Agama mempunyai kedudukan yang sama
pembiayaan syari’ah dengan pengadilan-pengadilan lainnya, dan sebagian kompetensi pengadilan
dan sebagainya. umum diambil alih ke dalam Pengadilan Agama. Wa Allahu A’lam Bis-Shawab
27
Muhammad Hisyam
178

