Page 189 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 189

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







            Kini, lembaga-lembaga pengadilan syari’ah dengan berbagai nama disatukan
           namanya menjadi “Pengadilan Agama ”, dan operasional lembaga pengadilan
           ini mendapatkan anggaran dari Departemen Agama. Setelah pengakuan
           kedaulatan oleh Belanda pada 1949, pengadilan-pengadilan agama didirikan di
           seluruh kabupaten di mana terdapat umat Islam.











           Undang-undang Perkawinan dan Peradilan Agama





           Undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan disahkan pemerintah          Undang-undang No.
                                                                                          Undang-undang No.
           setelah melalui pergulatan yang sengit antara golongan Islam dengan golongan   1 tahun 1974 tentang
                                                                                          1 tahun 1974 tentang
           non-Islam dan nasionalis netral agama. Inilah untuk pertama kalinya bangsa     Perkawinan disahkan
                                                                                          Perkawinan disahkan
           Indonesia memiliki undang-undang perkawinan. Sebenarnya usaha membuat           pemerintah setelah
                                                                                           pemerintah setelah
                                                                                           melalui pergulatan
           undang-undang perkawinan telah dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda       melalui pergulatan
                                                                                           yang sengit antara
                                                                                           yang sengit antara
           sejak 1930-an, akan tetapi gagal diundangkan lantaran terlalu banyak pasal    golongan Islam dengan
                                                                                         golongan Islam dengan
           bertentangan dengan hukum syari’ah, semisal larangan laki-laki menikah lebih   golongan non-Islam
                                                                                          golongan non-Islam
           dari satu orang isteri. Upaya membuat undang-undang perkawinan dilakukan       dan nasionalis netral
                                                                                          dan nasionalis netral
           lagi di tahun 1950-an, tetapi juga gagal diundangkan karena isinya banyak            agama.
                                                                                                agama.
           bertentangan dengan syari’ah Islam. Dengan diundangkannya Undang-undang
           No. 4 tahun 1974, maka pelaksanaan perkawinan di kalangan bangsa Indonesia
           dilaksanakan  berdasar  undang-undang  tersebut.  Keberatan  umat Islam
           terhadap rancangan undang-undang perkawinan, baik ketika jaman penjajahan
           (Rancangan Ordonansi Perkawinan Tercatat) maupun tahun 1950-an disebabkan
           oleh isi rancangan undang-undang itu tidak mencerminkan tradisi yang sudah
           berjalan  ber-abad-abad  di  Indonesia  yang  didasarkan  pada  hukum syari’ah
           sebagaimana termaktub dalam banyak kitab fikih. Demikianlah, walaupun tanpa
           undang-undang, landasan hukum fikih dijalankan menyebabkan perkawinan di
           kalangan umat Islam berjalan tanpa hambatan.


           Pada 25 Januari 1989 pemerintah Indonesia menyampaikan Rancangan Undang-
           Undang  Peradilan  Agama  (RUUPA)  ke  Dewan  Perwakilan  Rakyat  (DPR  RI).
           Rancangan itu merupakan amanah dari Undang-undang tahun 1970 tentang
           pokok-pokok kehakiman yang mengatur adanya empat lembaga peradilan di
           bawah Mahkamah Agung, yakni  Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan
           Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara. Bagi umat Islam, RUUPA merupakan
           harapan indah di mana selama lebih dari 150 tahun pengadilan syari’ah
           (priesterrad) disubordinasikan di bawah peradilan umum (landraad), dan setelah







                                                                                                 173
   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193   194