Page 184 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 184

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                                    Karena itu, pada tahun 1937 kewenangan mengadili perkara
                                                    waris  umat  Islam  dialihkan  dari  Raad  Agama  ke  Landraad.
                                                    Pemindahan kompetensi ini memperoleh perhatian sangat luas,
                                                    tidak saja di kalangan penghulu dan pegawai agama, tetapi
                                                    juga pergerakan Islam pada umumnya. Di kalangan penghulu
                                                    dan pegawai Raad Agama kasus ini dipandang sebagai
                                                    pengebirian wewenang, karena pengadilan perkara waris di
                                                    Raad Agama merupakan sumber pendapatan yang selama
                                                    ini berkontribusi paling besar terhadap pendapatan kantor
                                                    dan dipakai untuk membiayai operasi kantor. Sebagaimana
                                                    diketahui bahwa Pengadilan Surambi dijadikan administrasi
                                                    kolonial  Hindia  Belanda  (dinegerikan)  tahun  1882  menjadi
                                                    Raad Agama, tetapi pemerintah kolonial tidak menyediakan
                                                    anggaran baik untuk operasional kantor maupun gaji penghulu
                                                    dan para pegawainya. Para penghulu membiayai kantor dan
                                                    gaji karyawan dengan menarik biaya kepada setiap orang yang
                                                    berperkara di Raad Agama. Biaya yang paling tinggi dipungut
           Buku Kumpulan Karangan                   adalah perkara waris. Untuk ini penghulu menarik 10% dari
           Snouck Hurgronje. Ia     total harga harta waris yang diputus. Mereka menyebutnya ’usur, secara harfiah
           menyumbang sejumlah besar
           pengetahuan bagi kebijakan   berarti sepersepuluh. Di kalangan pergerakan Islam, kasus ini dianggap sebagai
           Belanda.                 pelecehan terhadap agama. Pemerintah dituduh menghalang-halangi umat
           Sumber: Arsip Nasional
                                    Islam melaksanakan hukum agamanya.   19
                                    Sesungguhnya pengakuan atas hukum adat sebagai hukum materiil bukan
                                    konsep statis. Oleh Soepomo, kebijakan ini disebut “systematic step backward
                                    to create a dynamic dualism” suatu upaya sistematik dengan melangkah ke
                                    belakang sambil menciptakan sistem dualisme yang dinamik. Artinya, proses
                                    melindungi dan melestarikan hukum adat itu disertai dengan melakukan
                                    penelitian dan kodifikasi adat dengan berbagai variasinya di berbagai daerah
                                    untuk menuju unifikasi hukum yang baru, sehingga hukum bersifat dinamis.
                                    Politik hukum adat ini disambut baik oleh kalangan priyayi Jawa dan umumnya
                                    kelompok aristokrat. 20


























                    168
   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189