Page 183 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 183
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Priesterraad akan diubah menjadi peradilan dengan hakim tunggal seperti
dulu sebelum reorganisasi, dan diubah namanya menjadi Penghoeloegerecht Kesadaran ini
(pengadilan penghulu). Penghulu dalam bekerja didampingi oleh tidak lebih mendorong kalangan
pergerakan Islam,
dari dua orang pembantu dan seorang jurutulis. Pemerintah kolonial juga harus khusunya Sarekat Islam
memberi gaji kepada penghulu dan pegawainya serta menyediakan anggaran dan Muhammadiyah,
untuk operasionalnya. mendesak pemerintah
18
agar meningkatkan
Peraturan pemerintah yang didasarkan atas rekomendasi Komisi Perbaikan kualitas Raad Agama
dan penghulunya,
Priesterrad dikeluarkan tahun 1831 (Staatsblad van Nederlandsch Indie, 1931 dan mengancam jika
no. 35). tetapi Penghoeloegerechts batal didirikan lantaran pemerintah kesulitan pemerintah tetap
keuangan sebagai akibat malaise atau krisis ekonomi global. tidak melakukan
apa-apa, maka
Sarekat Islam akan
mendirikan pengadilan
syari’ah sendiri yang
independen dengan
nama Raad Ulama.
Politik Hukum Adat dan Implikasinya Terhadap
Pelaksanaan Hukum Islam
Snouck Hurgronje adalah seorang ilmuan sekaligus ideolog. Ia membagi-bagi
Islam ke dalam Islam politik dan Islam non-politik. Ada Islam dan ada adat. Teori- Snouck Hurgronje
teorinya di belakang hari banyak mempengaruhi teori hukum. Van Vollenhoven adalah seorang ilmuan
mengangkat teori Snouck Hurgronje dalam suatu madzhab baru studi hukum di sekaligus ideolog. Ia
Universitas Leiden, yaitu hukum adat. membagi-bagi Islam
ke dalam Islam politik
dan Islam non-politik.
Kajian hukum adat kemudian sangat berpengaruh terhadap kebijakan hukum Ada Islam dan ada
di tanah jajahan. Maka, teori receptio kemudian diadopsi, sebagai anti tesa adat. Teori-teorinya
terhadap teori reception in complexu oleh van den Berg. Teori receptio in di belakang hari
complexu menyatakan bahwa hukum yang berlaku bagi umat beragama adalah banyak mempengaruhi
teori hukum.
hukum agamanya itu. Teori receptio oleh Snouck Hurgonje membatasi tidak Van Vollenhoven
semua hukum agama, melainkan hanya hukum agama yang telah meresap ke mengangkat teori
dalam kebiasaan masyarakat menjadi hukum materiil, selebihnya masuk dalam Snouck Hurgronje
hukum masyarakat itu sendiri yang disebut hukum adat. Tahun 1927 hukum dalam suatu madzhab
adat diakui sebagai hukum materiil oleh pemerintah Hindia Belanda. Karena baru studi hukum di
Universitas Leiden,
pengaruh teori hukum adat itu, kasus waris dianggap berada dalam medan yaitu hukum adat.
hukum adat, sebab masyarakat Muslim dalam hal waris, menurut pengamatan
mereka, lebih setia kepada hukum adat dari pada hukum Islam.
167

