Page 191 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 191

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           proses. Mereka cenderung menolak pengadilan agama, tetapi menerima
           peradilan agama. Karena itu mereka mengusulkan agar di dalam pengadilan
           umum dibuka suatu ‘bilik syari’ah’, tetapi tidak semua perselisihan perkara sipil
           kalangan Islam di adili di ‘bilik’ ini. Mereka menolak kewajiban bagi umat Islam
           untuk memilih bilik syari’ah  di dalam pengadilan umum. 23

           Keberatan non-Muslim dan abangan terhadap RUUPA disebabkan ketakutan
           mereka  apabila  RUU itu  berhasil  menjadi  undang-undang bakal  mempunyai
           dampak yang sama seperti halnya Piagam Jakarta, yang berarti mendorong
           umat Islam melaksanakan syari’ahnya. Menanggapi kontroversi ini Presiden
           Soeharto menjamin bahwa bukan maksud pemerintah demikian. Ia menjelaskan
           bahwa RUUPA adalah bentuk pelaksanaan UUD 1945 dan Pancasila. Negara
           akan secara terus-menerus menjamin setiap warganegara untuk menjalankan
           kepercayaan agamanya secara bebas. Ia menambahkan, adalah kenyataan
           yang tak terbantahkan  bahwa untuk melaksanakan sebagian  syaria’ahnya
           agama Islam menuntut keterlibatan negara, karena Islam bukan semata agama
           ritual, tetapi mencakup aturan-aturan yang berkaitan dengan tatanan keluarga
           dan  waris.  Pemerintah  mengambil  langkah-langkah  ekstra  untuk  menjamin
           apabila RUUPA telah menjadi UUPA tidak akan mencampuri kehidupan agama
           selain Islam, karena undang-undang tersebut hanya berlaku bagi umat Islam
           Indonesia. Menteri Agama Munawir Sadzali menambahkan bahwa RUU itu
           hanya mengatur prosedur dan struktur pengadilan agama yang yurisdiksinya
           hanya terbatas pada masalah perkawinan, waris, waqaf, zakat dan sedekah di
           kalangan orang Islam.
                               24

           Di DPR pembahasan RUUPA berjalan dengan hati-hati, karena menyangkut
           masalah sensitif. Kritik-kritik yang keras di luar DPR tidak mempunyai dampak
           yang signifikan pada pembahasan di DPR. Sejak pemerintah mengajukan
           rancangan undang-undang itu, pembahasan di DPR mengerucut ke arah               Presiden Soeharto
           kesepakatan di antara semua fraksi. Dalam kata akhir masing-masing fraksi      menandatangai UUPA
                                                                                           pada 29 Desember
           senada menyatakan bahwa inisiatif pemerintah itu merefleksikan komitmennya    1989, menjadi undang-
           untuk  melakukan  pemutakhiran  sistem  hukum  sesuai  dengan  sistem  hukum   undang No. 7, tahun
           nasional yang telah ditetapkan dalam undang-undang terdahulu. Setelah revisi,   1989 tentang Peradilan
           di mana beberapa klausul yang dipandang ambigu dibuang, RUU kemudian            Agama. Menyusul
                                                                                            diberlakukannya
           disetujui.  Presiden Soeharto menandatangai UUPA pada 29 Desember 1989,        Undang-undang No.
           menjadi undang-undang No. 7, tahun 1989 tentang Peradilan Agama.              7/1989 itu pemerintah
                                                                                         mengeluarkan Instruksi
           Undang-undang ini benar-benar telah memenuhi tuntutan umat Islam sejak         Presiden No. 1 tahun
                                                                                           1991 yang berupa
           zaman kolonial. Undang-undang itu merupakan dasar hukum bagi peradilan        Kompilasi Hukum Islam
           agama dan lembaga serta prosedurnya. Undang-undang ini memulihkan             sebagai hukum material
           equalitas pengadilan agama di antara lembaga-lembaga pengadilan yang ada di    yang dipakai sebagai
           Indonesia. Dengan undang-undang itu pula, kewenangan mengadili kasus-kasus     dasar pedoman bagi
           waris umat Islam yang telah 52 tahun ‘mondok’ di pengadilan umum kembali        Pengadilan Agama
                                                                                          dalam melaksanakan
           ke ‘rumahnya’ sendiri. Diberlakukannya undang-undang ini juga memberikan      fungsi mahkamahnya.
           hak atas pengadilan agama untuk langsung melaksanakan keputusnnya, tanpa
           harus meminta ijin kepada pengadilan umum.



                                                                                                 175
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196