Page 198 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 198

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Sufisme dan Islamisasi Nusantara





                                    Para sarjana yang mempelajari Islam di Indonesia sepakat bahwa  sufisme
                Para sufi adalah    memegang peranan penting dalam proses awal penyebaran Islam di Nusantara.
            kelompok yang berjasa
            dalam memperkenalkan    Para sufi adalah kelompok yang berjasa dalam memperkenalkan Islam kepada
                 Islam kepada       masyarakat lokal. Dan, dengan corak ajarannya yang fleksibel, sufisme telah
             masyarakat lokal. Dan,   membuat proses penerimaan Islam di Nusantara berlangsung dengan jalan
            dengan corak ajarannya   damai.   Bahkan  beberapa  ahli  meyakini,  Islam  tidak  dapat dan  tidak  akan
                                           1
             yang fleksibel, sufisme   pernah bisa menancapkan akarnya yang kuat di kalangan penduduk Nusantara
             telah membuat proses
              penerimaan Islam di   jika tidak disiarkan secara masif oleh para Sufi.
            Nusantara berlangsung
              dengan jalan damai.   Satu dampak yang dapat dirasakan dari besarnya pengaruh sufi dalam Islamisasi
                                    adalah bahwa Islam yang sampai ke Nusantara di masa awal sangat diwarnai
                                    oleh berbagai ajaran dan amalan sufisme. Hal itu besar kemungkinan karena
                                    proses Islamisasi Nusantara secara masif hampir berbarengan dengan periode
                                    merebaknya pemikiran sufisme dan pertumbuhan tarekat di dunia Islam pada
                                    umumnya.
                                              2

                                    Kesamaan antara Sufisme dan unsur-unsur budaya Nusantara pra-Islam menjadi
                                    argumen tentang peran signifikan Sufi dalam proses Islamisasi. Kutipan berikut
                                    setidaknya menjelaskan hal tersebut:


                                          Mereka adalah dai-dai peripatetik yang mengembara ke seluruh dunia
                                          yang mereka kenal, dengan sukarela menanggung kafakiran: mereka
                                          sering diasosiasikan dengan perdagangan atau keterampilan tertentu,
                                          berdasarkan tarekat yang dianut; mereka mengajarkan suatu teosofi
                                          sinkretis yang kompleks, yang sebagian besar isinya telah akrab bagi
                                          orang-orang Indonesia, tetapi disubordinasikan, meskipun merupakan
                                          suatu pelebaran atas dogma-dogma fundamental Islam; mereka pandai
                                          melakukan hal gaib dan memiliki kekuatan-kekuatan penyembuhan; dan
                                          tidak kalah penting, secara sadar atau tidak sadar, mereka siap menjaga
                                          kontinuitas dengan masa lalu dan menggunakan terma-terma dan unsur-
                                          unsur budaya pra-Islam dalam konteks Islam.
                                                                                    3




                                    Kutipan  di  atas  menegaskan  bahwa  kelompok  Sufi  memang  nyata  terlibat
                                    secara langsung dalam proses penyebaran Islam ke Indonesia. Sebuah gambaran
                                    tentang sufisme dan peranan mereka ditemukan, misalnya, dalam catatan-
                                    catatan sejarah, hikayat, dan cerita rakyat setempat. Di Aceh ada Hamzah
                                    Fansuri dan Shamsuddin al-Sumatrani. Di Jawa ada Syekh Lemah Abang (Siti







                    182
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203