Page 202 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 202

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    sehingga mencapai kesempurnaan dengan ditandai penerimaan‘ijazah. Baru
            Keterlibatan seseorang   setelah itu, sang murid diperkenankan untuk menjadi khalifah syaikh, dengan
             di dalam kehidupan
            tarekat dimulai dengan   mendirikan dan atau memimpin cabang tarekat di daerah lain. Karena itu, dalam
             pengambilan sumpah     tarekat terdapat tiga ciri umum, yaitu syaikh, murid, dan  bay’at.  Ketiganya,
              (bay’at) dari murid   berbaur dalam sebuah pola ajaran dan ritual yang khusus, yang berbeda antara
              di hadapan syaikh,
              setelah sang murid    tarekat yang satu dengan tarekat yang lain. Bagi para pengikut tarekat, mereka
             melakukan tobat dari   mendapatkan pengajaran yang diwariskan secara turun-temurun sejak dari sang
            segala maksiat. Setelah   pendiri tarekat pertama hingga pada guru mursyid melalui silsilah para guru
             itu sang murid mulai
              menjalani tarekat,    tarekat. Secara kronologis, keterlibatan mereka dalam tarekat dimulai dengan
              sehingga mencapai     bergabung sebagai pengikut biasa (mansub). Setelah itu, mereka akan menjadi
                kesempurnaan        murid  untuk  selanjutnya  dipercaya  sebagai  pembantu  Syaikh  (khalifah-nya).
               dengan ditandai
              penerimaan‘ijazah.    Pada tahap akhir, mereka akan diangkat sebagai guru yang mandiri atau sering
             Baru setelah itu, sang   disebut dengan mursyid.  13
             murid diperkenankan
            untuk menjadi khalifah
               syaikh, dengan       Demikianlah, sekitar abad ke-12, pengertian tarekat mengalami perkembangan
             mendirikan dan atau    menjadi persaudaraan kaum sufi (sufi brotherhood). Inilah pengertian tarekat
              memimpin cabang       yang kedua, tarekat sebagai suatu komunitas yang diikat oleh sejumlah  aturan
             tarekat di daerah lain.
              Karena itu, dalam     tertentu (seperti gaya hidup, amalan-amalan religius, dan cita-cita). Setelah itu,
             tarekat terdapat tiga   tarekat memperoleh momentumnya, berkembang di seluruh wilayah Muslim.
            ciri umum, yaitu syaikh,   Sejumlah tarekat muncul dengan menggunakan nama-nama syaikh pendirinya.
              murid, dan bay’at.
                                    Tarekat mengambil bentuk organisasi yang bertingkat sesuai dengan wilayah
                                    persebarannya.
                                                  14
                                    Dalam tulisan ini, penulis menggunakan definisi yang kedua, tarekat sebagai
                                    suatu  perkumpulan  atau  persaudaraan  sufi  yang—dalam  menjalankan  ritual
                                    kesufiannya—menempati  suatu  tempat  khusus,  diikat  oleh  sejumlah  aturan
                                    tertentu (seperti gaya hidup, amalan-amalan religius, dan cita-cita) dan dipimpin
                                    oleh seorang syaikh atau guru mursyid.

                                    Perihal mursyid sendiri umumnya dikategorikan kepada dua kelompok:
                                    pertama, mereka yang terpanggil untuk mempraktikkan kehidupan mistis dan
                                    asketis yang menghasilkan banyak karya Sufisme, dan ia dikenal lewat karya
                                    tersebut oleh para muridnya dan Sufi belakangan. Kadang-kadang ia diikuti
                                    oleh sejumlah pengikut yang menganggapnya sebagai special figure yang dapat
                                    mengikat mereka untuk mengikuti dan menjalankan ajaran dan pemikirannya.
                                    Kelompok pertama ini sudah ada sejak awal sejarah Islam pasca-wafatnya Nabi
                                    Muhammad. Kedua, mereka yang sudah diikat oleh suatu aliran tertentu dan
                                    merupakan suatu persaudaraan yang sering disebut tarekat. Kadang-kadang
                                    tarekat merupakan suatu institusi organisasi formal atau semi formal yang
                                    bergerak di bidang agama, sosial, ekonomi, dan bahkan politik.
                                                                                                15
                                    Namun perlu dicatat, pada titik tertentu, keberhasilan gerakan Guru mursyid
                                    tidak lepas dari adanya jaringan tarekat yang menekankan kepatuhan dan
                                    solidaritas yang—dengan jaringan tersebut—mereka dapat memperkuat prestasi
                                    dan karisma sehingga dapat mempengaruhi massa yang pada gilirannya masuk





                    186
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207