Page 206 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 206
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Demikianlah, terdapat sejumlah tarekat yang berkembang di Indonesia. Oleh
Di kalangan NU karena itu, organisasi sosial keagamaan tradisional terbesar di Indonesia, NU
telah ditetapkan 45
tarekat yang masuk (Nahdlatul Ulama), mengklasifikasikan tarekat-tarekat tersebut kepada yang
kategori mu‘tabarah, mu‘tabarah (sah) dan ghairu mu‘tabarah (tidak sah) untuk menjaga kemurnian
di antaranya yaitu: ajaran Sufisme dan agar terhindar dari penyimpangan-penyimpangan yang
Abbasiyah, Ahmadiyah, terjadi. Di kalangan NU telah ditetapkan 45 tarekat yang masuk kategori
Akbariyah, Alawiyah,
Baerumiyah, mu‘tabarah, di antaranya yaitu: Abbasiyah, Ahmadiyah, Akbariyah, Alawiyah,
Bakdasyiyah, Bakriyah, Baerumiyah, Bakdasyiyah, Bakriyah, Bayumiyah, Buhuriyah, Dasuqiyah,
Bayumiyah, Buhuriyah,
Dasuqiyah, Ghozaliyah, Ghozaliyah, Ghoibiyah, Haddadiyah, Hamzawiyah, Idrisiyah, Idrusiyah, Isawiyah,
Ghoibiyah, Haddadiyah, Jalwatiyah, Junaidiyah, Justiyah, Khodliriyah, Kholidiyah Wan Naqsyabandiyah,
Hamzawiyah, Idrisiyah, Khalwatiyah, Kubrowiyah, Madbuliyah, Malamiyah, Maulawiyah, Qodiriyah
Idrusiyah, Isawiyah,
Jalwatiyah, Junaidiyah, Wan Naqsyabandiyah, Rifa’iyah, Rumiyah, Sa’diyah, Samaniyah, Sumbuliyah,
Justiyah, Khodliriyah, Syadzaliyah, Sya’baniyah, Syathoriyah, Syuhrowiyah, Tijaniyah, Umariyah,
Kholidiyah Wan Usyaqiyah, Usmaniyah, Uwaisiyah, Zainiyah, Mulazamatu Qira’atul Qur’an, dan
Naqsyabandiyah, Mulazamatu Qira’atul Kutub. Kesemua tarekat tersebut sejauh ini telah berhasil
Khalwatiyah,
Kubrowiyah, menarik masuk para murid dalam jumlah yang banyak dan berpengaruh kuat di
Madbuliyah, berbagai wilayah di Nusantara. 24
Malamiyah,
Maulawiyah, Qodiriyah
Wan Naqsyabandiyah,
Rifa’iyah, Rumiyah,
Sa’diyah, Samaniyah,
Sumbuliyah,
Syadzaliyah,
Sya’baniyah,
Syathoriyah,
Syuhrowiyah, Tijaniyah,
Umariyah, Usyaqiyah,
Usmaniyah, Uwaisiyah, Tarekat di Indonesia: Beberapa Profil Singkat
Zainiyah, Mulazamatu
Qira’atul Qur’an, dan
Mulazamatu Qira’atul
Kutub.
Dengan begitu banyaknya tarekat di Indonesia, tulisan ini hanya akan
membahas beberapa tarekat yang dipandang cukup berpengaruh dalam proses
perkembangan Islam di Indonesia, yakni: Tarekat Qadiriyah, Rifa’iyah, Syattariyah,
Khalwatiyah, Sammaniyah, Naqsyabandiyah, Qadiriyah wa Naqsyabandiyah,
Naqsyabandiyah-Khalidiyah, Tijaniyah, Idrissiyah, dan beberapa tarekat lokal
yang pengikutnya lebih sedikit dan pengaruhnya lebih kecil. Berikut masing-
masing profil tarekat tersebut.
Tarekat Qadiriyah
Tarekat Qadiriyah didirikan Syaikh ’Abd al-Qadîr al-Jîlanî yang lahir di Jilan pada
1077 dan wafat di Baghdad pada 1166. Sebelum dikenal sebagai seorang
guru sufi, dia belajar tasawuf kepadai Abu al-Khayr Muhammad ibn Muslim al-
Dabbas (w. 525 H/1131 M) dan Abû Yusuf al-Hamadanî (440-535 H/1048-1140
M). Setelah itu, dia mengembara sebagai guru sufi selama 25 tahun di padang
190

