Page 24 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 24
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
membedakannya dari ulama di pesantren dengan kitab kuning-nya. Proses
tersebut terus berlanjut hingga periode berikutnya, terutama pada 1980-an dan
1990-an, ketika buku Islam diterbitkan tidak hanya sebagai wacana keagamaan,
tapi juga bisnis.
Masih terkait dengan dinamika perkembangan di awal abad ke-20 adalah
kemunculan gerakan politik umat Islam, yang terus mengalami perkembangan
penting hingga dewasa ini. Secara umum perjuangan politik umat Islam di
Indonesia mengalami tranformasi mengikuti perkembangan demokrasi di
Indonesia. Umat Islam menjadi bagian terpenting bangsa Indonesia dalam
menguatkan proses konsolidasi demokrasi. Karenanya, tidak mengherankan
jika Indonesia saat ini dianggap sebagai model penerapan demokrasi paling
penting di dunia. Namun demikian, keberhasilan Indonesia menuju konsolidasi
demokrasi bukanlah tanpa tantangan. Sejauh mana umat Islam, terutama partai-
partai Islam menjalankan peran politiknya untuk dapat berkontribusi dalam
konsolidasi demokrasi? Itulah yang menjadi tema sentral tulisan ini tentang
gerakan politik umat Muslim Indonesia.
Membicarakan Indonesia tak bisa dilepaskan dari pembicaraan soal Islam dalam
Karena posisinya
sebagai agama yang konstruksi sosial budaya bangsa. Selain karena posisinya sebagai agama yang
dipeluk mayoritas dipeluk mayoritas penduduk, urusan Islam telah menjadi perhatian sentral sejak
penduduk, urusan pemerintahan kolonial dalam upayanya melanggengkan kekuasaan di negeri
Islam telah menjadi ini. Beberapa lembaga yang berkonsentrasi mengurusi hal ini telah dibentuk,
perhatian sentral sejak yang sekaligus menjadi alat utama pemerintah kolonial Belanda dalam rangka
pemerintahan kolonial
dalam upayanya mengawasi dan mengatur masyarakat dan praktik keagamaannya. Pada masa
melanggengkan kolonialisme Jepang, persoalan agama juga tetap menjadi isu utama dalam
kekuasaan. Pada masa kebijakan administrasinya untuk urusan pribumi. Di era ini, pemerintahan
kolonialisme Jepang, Jepang membentuk Shumubu dan Shumuka dalam mengelola persoalan
persoalan agama juga agama masyarakat dari tingkat pusat sampai daerah. Pasca-kemerdekaan 1945,
tetap menjadi isu
utama dalam kebijakan pemerintah Indonesia melanjutkan kebijakan sentral ini dengan membentuk
administrasinya untuk Kementerian Agama. Kemudian pada masa Orde Baru, badan keagamaan di luar
urusan pribumi. pemerintah namun berpengaruh cukup signifikan terhadap kebijakan negara
dibentuk dengan nama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tulisan ini menghadirkan
pembahasan tentang dua lembaga tersebut, yang memang dirancang untuk
mengurus masalah kehidupan keagamaan umat Muslim Indonesia.
Isu berikutnya yang dibahas adalah gerakan dakwah, yang telah tampil sebagai
satu kekuatan penting bagi tersebarnya Islam di Indonesia. Mereka para da’i
berbekal semangat atas kebenaran agama [Islam], mendorong mereka untuk
membawa pesan Islam kepada masyarakat di setiap wilayah yang mereka
masuki dan mewujudkan Islam sebagai agama dakwah. Sejarah kelahiran
semangat dakwah inilah serta kekuatan spiritual aktifitas merekalah yang
menjadi perhatian artikel ini, mulai periode awal perkembangan Islam Indonesia
hingga masa kontemporer.
8

