Page 22 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 22

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Sesuai judul buku, semua elemen kebudayaan Islam Indonesia dikaji dari sudut
                Semua elemen        pandang sejarah, di mana perubahan dan kesinambungan akan menjadi satu
              kebudayaan Islam      tema penting dalam pembahasan. Dengan demikian, semua hal yang termasuk
               dikaji dari sudut
              pandang sejarah di    dalam institusi dan gerakan Islam tidak dilihat secara statis dan berdiri sendiri;
               mana perubahan       semua memiliki kaitan satu sama lain dan terus-menerus berubah sejalan
             dan kesinambungan      dengan konteks sosiologis kaum Muslim dalam sejarah Indonesia. Corak
              akan menjadi satu     pemaknaan yang diberikan kaum Muslim terhadap diri dan lingkungan mereka,
             tema penting dalam     yang berangkat dari keyakinan ketuhanan, menjadi inti pembahasan dari setiap
               pembahasan ini.
                                    aspek pembahasan di buku ini. Pemaknaan tersebut senantiasa bersifat dinamis,
                                    sejalan dengan konteks sosiologis kaum Muslim dan perubahan-perubahan
                                    yang mereka alami sepanjang sejarah.





                                                             .................  I  .................




                                    Dalam jilid 3 ini, istilah “institusi dan gerakan” dirumuskan ke dalam ke dalam
                                    sejumlah isu yang menjadi topik pembahasan setiap artikel. Pendidikan menjadi
                                    topik  pembahasan  dua  artikel  pertama,  yakni    lembaga  pendidikan  Islam
                                    tradisional oleh Muhammad Iskandar dan lembaga pendidikan Islam modern-
                                    kontemporer oleh Azyumardi Azra. Bila artikel pertama fokus pada dunia
                                    pesantren berikut unsur-unsur terkait di dalamnya, artikel kedua membahas
                                    perkembangan, perubahan, dan dinamika pendidikan Islam sejak dari
                                    pesantren, madrasah dan sekolah Islam. Selain itu, pembahasan juga diberikan
                                    untuk tingkat pendidikan tinggi Islam, baik negeri (Pendidikan Tinggi Agama
                                    Islam  Negeri/PTAIN),  maupun  Perguruan  Tinggi  Agama  Islam  Swasta  (PTAIS).
                                    Perkembangan dan perubahan itu terkait tidak hanya dengan dinamika umat
                                    Islam sendiri, tetapi juga lingkungan lebih luas menyangkut politik, ekonomi,
                                    sosial, dan agama.


                                    Isu selanjutnya yang dibahas menyangkut institusi yang juga memegang peran
                                    sentral dalam kehidupan kaum Muslim dan umat manusia secara umum,
                                    yakni institusi hukum. Ditulis Muhammad Hisyam, bagian ini merekonstruksi
                                    perkembangan, perubahan dan dinamika lembaga hukum Islam atau mahkamah
                                    syari’ah dari mulai terbentuknya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara sampai
                                    masa kemerdekaan Indonesia. Perlu dkitekankan bahwa ada hubungan yang tak
                                    dapat dipisahkan antara kebijakan kolonial tahun 1937 dengan diundangkannya
                                    Undang-undang No. 7/1989 tentang Peradilan Agama di masa kemerdekaan.
                                    Karena itu uraian dalam bagian ini tidak menyertakan kelahiran  undang-undang
                                    tersebut.










                     6
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27