Page 25 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 25
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Masih terkait dengan dakwah adalah gerakan Islam oleh kaum muda di
lingkungan kampus. Perlu dicatat, dalam sejarah Islam Indonesia tercatat gerakan Terkait dengan dakwah
pemuda dan mahasiswa muncul dalam tiga periode dengan karakteristik masing- adalah gerakan Islam
oleh kaum muda di
masing. Pertama, masa sebelum Indonesia merdeka mulai muncul gerakan lingkungan kampus.
mahasiswa Muslim dengan semangat nasionalisme seperti Jong Islamieten Bond Dalam sejarah
(JIB) dan Studenten Islamic Studiesclub (SIS). Kedua, masa kemerdekaan di mana Indonesia tercatat
gerakan pemuda
muncul gerakan-gerakan mahasiswa sejak dari Himpunan Mahasiswa Islam dan muncul dalam
(HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Mahasiswa tiga periode dengan
Muhammadiyah (IMM) dan sebagainya. Terakhir, masa kontemporer di mana karakteristik masing-
muncul gerakan-gerakan mahasiswa yang mempunyai semangat Islamisme yang masing. Pertama,
tinggi seperti Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa masa sebelum
Indonesia merdeka
Muslim Indonesia (KAMMI). Tulisan ini memetakan gerakan-gerakan Islam mulai muncul gerakan
kampus sejak Indonesia belum merdeka hingga masa kontemporer. mahasiswa Muslim
dengan semangat
Tulisan berikutnya memotret sejarah dan dinamika perkembangan gerakan nasionalisme. Kedua,
masa kemerdekaan di
pemberdayaan masyarakat oleh LSM di Indonesia. Selain menjelaskan mana muncul gerakan-
sejumlah LSM yang menfokuskan diri pada ranah pemberdayaan masyarakat— gerakan mahasiswa
dengan melihat latar belakang, visi, misi, tujuan dan kegiatannya—tulisan sejak dari Himpunan
ini juga berupaya melihat dinamika perkembangan gerakan pemberdayaan Mahasiswa Islam (HMI),
masyarakat oleh LSM, khususnya dalam memperjuangkan visi dan gagasan- Pergerakan Mahasiswa
gagasan di tengah kemajemukan masyarakat Indonesia. Di Indonesia, gerakan Islam Indonesia (PMII),
dan Ikatan Mahasiswa
pemberdayaan masyarakat umumnya diinisiasi oleh kelompok Non-Governmental Muhammadiyah (IMM)
Organizations (NGO) atau lebih dikenal sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat dan sebagainya.
(LSM). Berupaya menjadi bagian dari tatanan masyarakat non-politis, bahkan Terakhir, masa
cenderung memandang rendah kehidupan politik, LSM pada gilirannya lebih kontemporer di mana
muncul gerakan-
mementingkan aspek teknis teknokratis dan rekayasa sosial (social engineering) gerakan mahasiswa
dalam memerankan dirinya. Dalam posisi ini, LSM sangat strategis memainkan yang mempunyai
peran civil society, utamanya sebagai penyambung tersampainya beragam semangat Islamisme
pesan perubahan yang telah dirumuskan ke dalam istilah-istilah berbasis budaya yang tinggi seperti
Lembaga Dakwah
masyarakat. Kampus (LDK) dan
Kesatuan Aksi
Subyek berikutnya adalah gerakan ekonomi Islam. Jika dibaca secara rinci, Mahasiswa Muslim
gerakan ekonomi Islam dapat diklasifikasikan kepada dua tipe: (a) pertama, masa Indonesia (KAMMI).
pra-kemerdekaan, model gerakan ekonomi lebih bercirikan religius nasionalisme
terutama dalam kontestasi bisnis persaingan dengan kelompok non-pribumi
seperti China dan Arab yang diberikan ruang lebih istimewa oleh pemerintahan
Kolonial. (b) kedua, pasca kemerdekaan yaitu masa konsolidasi kelompok agama
seperti Muhammadiyah dan NU dan lembaga-lembaga sosial ekonomi dengan
pendirian BMT dan lembaga-lembaga ZISWAF (zakat, infak, shadaqah dan
wakaf). Pada kasus kedua ini, gerakan ekonomi berbarengan dengan diseminasi
ajaran dan ideologi organisasi, walaupun semangat kesejahteraan ekonomi dan
peningkatan tingkat pendidikan masyarakat masih menjadi kegiatan utama.
9

