Page 268 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 268

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Artikel ini terbit dalam al-Imam edisi Juli 1908. Sebagaimana dalam kasus tafsir
                                    ‘Abduh, al-Imam menyebutkan sumber artikel ini sebagai berikut:

                                          Artikel ini [Ilmu dan Ulama] diterjemahkan dari karya Syekh Muhammad
                                          bin Ibrãhim al-Ahmadî, salah seorang ulama terkemuka di al-Azhar,
                                          Mesir. Kami menerbitkan artikel ini dalam al-Imam bagian demi bagian
                                          agar pembaca al-Imam mengetahui karakter, kedudukan, dan pekerjaan
                                          ulama. 12





                                    Seperti tampak dari judulnya, “Ilmu dan Ulama” membahas hakikat ulama
                                    sebagai sumber otoritas agama dalam tradisi Islam. Di samping menggambarkan
                                    peran tradisional ulama dalam mengajarkan agama kepada umat Muslim, al-
                                    Imam mendorong kuat ulama untuk terlibat dalam usaha menciptakan kondisi
                                    yang diperlukan bagi kemajuan umat Muslim dalam dunia kontemporer. Bagi
                                    al-Imam,  peranan ulama yang secara tradisional hanya terpusat di bidang
                                    pendidikan Islam, “harus diperluas meliputi hal-hal yang menyangkut urusan
                                    duniawi, agar mereka bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih
                                    luas.”
                                          13
                                    Sebagaimana dalam kasus tafsir, melalui “Ilmu dan Ulama”  al-Imam  juga
                                    berkonsentrasi pada pemerolehan pengetahuan agama Islam, yang dianggap
                                    sebagai salah satu faktor utama dalam mendorong kemajuan umat Islam.
               Mengembangkan        Mengembangkan pengetahuan memang menjadi salah satu perhatian
             pengetahuan memang     utama  al-Imam. Dalam pengantar editor edisi pertamanya,  al-Imam  sangat
              menjadi salah satu
               perhatian utama      menekankan pentingnya memiliki pengetahuan, menggambarkannya sebagai
                al-Imam. Dalam      “senjata  untuk  memperoleh  kemenangan  di  medan  perang  kehidupan;  ia
             pengantar editor edisi   adalah faktor penghubung yang membawa banyak orang pada tujuan kejayaan
             pertamanya, al-Imam                              14
              sangat menekankan     dan keunggulan mereka.”   Al-Imam  pada saat yang sama mengemukakan
              pentingnya memiliki   kemunduran umat Islam di Asia Tenggara akibat kemalasan dalam memperoleh
                pengetahuan,        pengetahuan. Dalam kaitan inilah penerbitan “Ilmu dan Ulama” oleh al-Imam
              menggambarkannya
               sebagai “senjata     memiliki signifikansi sosial-keagamaan. Ini merupakan bagian dari strategi
              untuk memperoleh      pembaruan yang coba dilancarkan oleh  al-Imam  di Asia Tenggara. Dan,
                kemenangan di       sebagaimana dalam tafsir,  al-Imam menjadikan ulama Kairo sebagai sumber
                medan perang
             kehidupan; ia adalah   bagi misi pembaharuannya.
              faktor penghubung
                yang membawa        Perlu ditambahkan atas dua artikel di atas adalah fakta bahwa pada Mei 1907
              banyak orang pada
              tujuan kejayaan dan   al-Imam menerbitkan terjemahan Melayu atas karya seorang Nasionalis Mesir,
              keunggulan mereka     Mustafã Kãmil,  al-Shams al-Mushriqa,  yang muncul dalam bentuk artikel
                                                                         15
                                    berjudul ”Matahari Memancar”.  Selain itu, dalam kolom khusus mengenai
                                                                   16
                                    fatwa  (tanya-jawab)  redaktur  al-Imam  mencantumkan banyak kutipan dari
                                    al-Manãr. Untuk menyebut satu contoh saja,  al-Imam  mengikuti  al-Manãr
                                    dalam  menjawab  permintaan  fatwa  (istiftã)  menyangkut  persaudaraan  Sufi






                    252
   263   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273