Page 266 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 266
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Artikel ini berusaha menyaikan satu pembahasan tentang sejarah perbukuan
dan penerbitan di Indonesia. Periode awal abad ke-20 menjadi titik berangkat
dari pembahaan ini. Pada masa itulah penerbitan Islam (majalah dan produk
media cetak lain, yakni jurnal, buku dan pamplet) mulai menjadi bagian inheren
dari perkembangan wacana Islam Indonesia. Proses tersebut terus berlanjut
hingga periode berikutnya, terutama pada 1980-an dan 1990-an, ketika buku
Islam diterbitkan tidak hanya sebagai wacana keagamaan, tapi juga bisnis.
Thaher Djalaluddin dan al-Imam
Kita mulai dengan Thaher Djajaluddin dengan majalah al-Imam-nya.
Sebagaimana diketahui, Thaher Djalaluddin adalah salah seorang Jawi Mekkah
pertama yang bersentuhan dengan pembaharuan ’Abduh dan Ridã di Kairo.
Begitu pula dia termasuk salah seorang Jawi pertama yang memperkenalkan
pembaharuan Islam ke Asia Tenggara. Peran terakhir ini terefleksikan dalam
penerbitan al-Imam pada 1906, majalah pembaharuan pertama yang muncul
di Asia Tenggara. Bersama ulama lain yang terekspos dengan pembaharuan
Kairo—Sayid Syekh al-Hadi (1862-1934), teman dekatnya dari Singapura, dan
3
Hadji Abbas bin Mohamad Taha —Djalaluddin mencetuskan reformisme Islam
4
Majalah al-Imam di Singapura, yang saat itu tengah berkembang sebagai sebuah kota metropolis
terbit pada 1906, di Asia Tenggara. 5
majalah ini merupakan
majalah reformasi
Islam pertama di Al-Imam memiliki peranan khusus dalam pembentukan pemikiran politik dan
Asia Tenggara. Al- intelektual Islam di Asia Tenggara. Peranan pentingnya terutama terletak dalam
6
Imam memiliki
peranan khusus menyediakan hubungan kuat dengan gerakan reformis Kairo. Karena itu, majalah
dalam pembentukan al-Manãr dijadikan model oleh al-Imam sekaligus sebagai sumber pemikiran
pemikiran politik reformasi Islam untuk para pembaca di Asia Tengara. Seperti al-Manãr, al-
7
dan intelektual Islam
di Asia Tenggara.6 Imam menjadikan semangat pembaharuan sebagai perhatian utamanya. Dalam
Peranan pentingnya edisi pertamanya, redaktur al-Imam menulis bahwa majalah itu berupaya untuk
terutama terletak “mengingatkan mereka yang terlupa; membangunkan mereka yang terlelap;
dalam menyediakan
hubungan kuat dengan menunjukkan arah yang benar kepada mereka yang tersesat; memberikan
gerakan reformis Kairo. suara kepada mereka yang berbicara dengan bijak; mengajak umat Islam
Model al-Imam . berupaya sebisa mungkin untuk hidup menurut perintah Allah; serta mencapai
kebahagiaan terbesar di dunia dan memperoleh kenikmatan Tuhan di akhirat.” 8
250

