Page 262 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 262

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Islam Jama’ah, dan jika tidak mau maka perkawinannya harus diputuskan,
                                    perkawinan yang sah adalah perkawinan yang direstui oleh “Amirul Mukminin”,
                                    dan khutbah yang sah bila dilafazkan dalam bahasa Arab” (Amin 2010, 38-39)

                                    Oleh pemerintah, melalui Jaksa Agung RI, Islam Jama’ah pernah dilarang karena
                                    dianggap sebagai aliran sesat. Untuk menampung anggota Islam Jamaah, maka
                                    pada 3 Januari 1972, maka berdirilah lembaga yang bernama Lemkari. Namun
                                    karena nama ini mirip dengan Lembaga Karatedo Indonesia yang juga memakai
                                    singkatan Lemkari, maka pada tahun 1990, atas arahan dari Rudini, yang ketika
                                    itu menjadi Meneteri Dalam Negeri, dan Sudharmono, yang menjadi Wakil
                                    Presiden RI, maka nama Lemkari diubah menjadi DDII (Muamar 2011, 15-16).

                                    LDII kini menjadi ormas yang legal secara hukum berdasarkan Keputusan
                                    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-18.AH.01.06 Tahun 2008-
                                    LDII yang dikeluarkan pada 20 Februari 2008. Ormas ini telah merevisi ajaran
                                    keagamaan  dan  mengajukan  apa  yang sering  disebut  sebagai  “paradigma
                                    baru LDII”. Dalam paradigma baru ini, LDII meninggalkan ajaran eksklusif yang
                                    sebelumnya dipagang seoerti menganggap orang Islam lain adalah najis dank
                                    karena itu harus mencuci tangan bila bersalaman dengan mereka. Bahkan ormas
                                    ini bertekad memecat anggotanya yang tetap memegang ajaran-ajaran yang
                                    dulu dianggap sesat oleh MUI (Muamar 2011, 27-30; Hakim 2009, 20, 36).





                                                                                      Ahmad  Najib Burhani






































                    246
   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267