Page 282 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 282
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
dilakukan oleh yayasan Masagung, Departemen Agama (DEPAG), ataupun
52
53
beberapa penelitian sejenis, ternyata masih belum mampu menghasilkan data
pasti tentang berapa jumlah buku Islam yang telah diproduksi hingga saat ini.
Jikapun DEPAG menyebutkan angka 7.728 sebagai hasil temuanya atas judul
buku Islam yang telah diterbitkan di Indonesia hingga tahun 2003, itupun masih
dalam taraf estimasi, belum menjadi data yang pasti.
Karenanya menjadi kesulitan tersendiri ketika kita hendak menegaskan jumlah
angka tentatif buku-buku Islam yang telah beredar di Indonesia. Namun, dari
data statisitik beberapa penelitian yang pernah dilakukan, kita hanya dapat
memberikan sebuah fakta bahwa sepanjang periode 1945-1970, penerbit-
penerbit di Indonesia berhasil memproduksi setidaknya 800 judul buku
setiap tahunnya. Meski berada dalam kondisi yang fluktuatif, secara umum
perkembangan jumlah buku-buku keagamaan khususnya direntang waktu
tahun 1945-1970, dapat dikatakan mengalami peningkatan walaupun tidak
signifikan. (114-230). Dari jumlah tersebut buku-buku keagamaan yang
diproduksi mayoritas merupakan buku-buku yang bertemakan Islam.
Peningkatan yang agak signifikan terlihat dari data penelitian yang dilakukan
oleh Bagian Perpustakaan dan Dokumentasi Tempo diatas yakni bahwa dalam
rentang waktu 1980-1987,dari 1.949 judul buku yang bertemakan agama, 809
judul diantaranya merupakan buku-buku bertemakan Islam. Artinya bahwa
54
rata-rata lebih dari 100 judul buku keislaman beredar setiap tahunnya. Begitu
juga data hasil penelitian Institute DIAN/INTERFIDEI, yang menyebutkan bahwa
55
dari hasil pelacakan judul buku keIslaman dalam kisaran waktu 1981-1995,
didapatkan sebuah data bahwa terdapat 1200 judul buku yang bertemakan
Kegiatan Indonesia Internasional
Book Fair kerjasama antara IKAPI
dengan pemerintah Arab Saudi
tahun 2014. Kegiatan ini banyak
diikuti oleh penerbit buku-buku
Islam.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
266

