Page 279 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 279
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Capita Selecta, dua jilid, karangan
Mohammad Natsir (bagian
pertama memuat artikel-artikel
sebelum tahun 1941, dan bagian
kedua berisi artikel-artikel dan
pidato-pidato dari kurun waktu
1950-1955) dan diterbitkan di
Bandung masing-masing jilid
pada tahun 1954 dan 1957.
Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia
Namun, patut dicatat pula bahwa arus utama Islam Indonesia pada masa Orde
Lama adalah kelanjutan dari masa pembentukannya di awal abad 20. Pada
masa ini, dua wajah Islam Indonesia: tradisionalis dan reformis, yang masing-
masing direpresentasikan oleh NU (tradisionalis) serta Muhammadiyah dan
Persis (reformis) semakin kentara dan menegaskan diri hingga akhir 1960-an.
Ini berakibat pada tidak berkembangnya wacana keagamaan dalam publikasi-
publikasi Islam secara pesat. Sehingga, penerbitan buku-buku dan media cetak
Islam sebagian hanyalah cetak-ulang dari buku-buku yang pernah terbit masa
sebelum kemerdekaan. Selain itu, buku-buku Islam setelah kemerdekaan lebih
banyak berupa buku-buku terbitan organisasi reformis, Muhammadiyah dan
Persis yang ditulis oleh tokoh-tokoh organisasi tersebut. Sementara penerbit
Islam sendiri belum banyak berdiri.
Buku Sual-Djawab karya Ahmad Hassan yang dicetak pertama kali pada tahun
44
1931, dicetak ulang tahun 1957-1958 (Bangil: Persatuan Islam Bagian Pustaka).
Selain itu ada juga bukunya yang lain, At-Tauhid yang dicetak ulang tahun
1958 (Bangil: Persatuan Islam Bahagian Pustaka). Tokoh Persis lainnya adalah
Moenawar Chalil (1908-1961), pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama
Persis dan anggota Majelis Tarjih Muhammadiyah, menulis buku mengenai
konsepsinya tentang ahlus sunnah: Kembali Kepada Al-Quran dan as-Sunnah
(pertama kali terbit pada 1956) dicetak ulang tahun 1991. 45
263

