Page 281 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 281
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Memasuki tahun 90-an, tercatat bahwa penerbit Pustaka Al Kautsar (awal
90an), Lkis (1993), Robbani Press (1993), Darul Falah (1993), Lentera (1996),
Al-Qowam Group (1999), Khairul Bayan (awal 2000an), Aqwam Group (2003),
Kafayeh Cipta Media (2007), serta beberapa penerbit lain baik yang telah
terdaftar secara resmi maupun yang belum terdaftar sebagai anggota IKAPI
pada gilirannya turut menghiasi dunia penerbitan di Indonesia hingga akhir
48
tahun 2008 ini. Maka, alih-alih mengalami penurunan sebagai akibat krisis
ekonomi yang dialami Indonesia, dalam sejarahnya jumlah penerbit-penerbit Didorong oleh jumlah
Islam Indonesia justru semakin bertambah pesat dari tahun ketahun. penerbit Islam yang
besar, sejak tahun 2001
Islamic Book Fair (IBF) ,
Bersamaan dengan itu, didorong oleh jumlah penerbit Islam yang besar, sejak pameran nasional yang
tahun 2001 Islamic Book Fair (IBF), pameran nasional yang diselenggarakan diselenggarakan khusus
khusus untuk buku-buku Islam, digelar di Jakarta setiap tahunnya. Acara tersebut untuk buku-buku Islam,
beberapa tahun terakhir ini juga diikuti daerah lain selain Jakarta. Bahkan, pada digelar di Jakarta setiap
tahunnya
tahun 2006 Ikapi menggelar International Islamic Book Fair (IIBF) di Jakarta,
sebuah pameran buku Islam berskala internasional. Hasilnya, diketahui bahwa
49
jumlah penerbit buku Islam bukan mengalami penurunan, justru semakin
meningkat secara signifikan pada setiap tahunnya.
Dari data IKAPI misalnya kita bisa menemukan fakta bahwa dalam rentang tahun
2000 hingga 2003, tercatat 20 penerbit Islam baru secara resmi mendaftar
diri dalam keanggotaan IKAPI, dan pada tahun 2002 tercatat ada 515 jumlah
penerbit yang tergabung dalam IKAPI. Data IKAPI selanjutnya mencatat bahwa
pada tahun 2005 jumlah penerbit yang merupakan gabungan dari beberapa
penerbit yang tersebar di beberapa cabang wilayah di Indonesia menjadi 691
penerbit dengan rincian, 266 penerbit di DKI Jakarta, 145 penerbit di Jawa Barat,
79 penerbit di Jawa Tengah, 47 penerbit DI Yogyakarta, 86 penerbit di Jawa
Timur, 16 penerbit di Sumatera, 6 penerbit di Sumatera Barat, 1 penerbit di Aceh,
4 penerbit di Riau, 8 penerbit di Sumatera Selatan, 6 penerbit di Kalimantan
Barat, 8 penerbit di Sulawesi Selatan, 7 penerbit di Bali, dan 2 penerbit di Nusa
Pada tahun 2006,
Tenggara Timur. tercatat ada sekitar
50
766 penerbit yang
Jumlah inipun masih terus mengalami penambahan sehingga pada tahun 2006, telah terdaftar sebagai
anggota IKAPI dan
tercatat ada sekitar 766 penerbit yang telah terdaftar sebagai anggota IKAPI dan hampir setengahnya
hampir setengahnya mengkhususkan diri pada penerbitan buku-buku Islam. mengkhususkan diri
51
Yang penting di catat lagi adalah bahwa jumlah tersebut belum termasuk pada penerbitan buku-
penerbit buku-buku Islam yang tidak menjadi anggota IKAPI dan bisa dipastikan buku Islam
bahwa jumlahnya akan sangat banyak, khususnya pada wilayah-wilayah daerah
yang jauh dari pusat perkotaan. Alhasil, melalui kehadiran para penerbit itulah
kita bisa menyaksikan fenomena membanjirnya buku Islam di pasar perbukuan
Indonesia.
Namun, meskipun perkembangan buku Islam tersebut sudah sangat fenomenal,
tapi harus diakui bahwa memang hingga saat ini tidak ada data tentatif terkait
jumlah buku-buku Islam yang telah beredar tersebut. Hasil penelitian yang
265

