Page 286 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 286

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Cerita sukses Mizan di atas diikuti lahirnya penerbit lain dengan garis pemikiran
                                    Islam yang sejalan, meski tidak berlangsung lama. Salah satunya yang terpenting
                                    adalah Paramadina, seksi penerbitan Yayasan Paramadina di bawah pimpinan
                                    Nurcholish Madjid. Seperti bisa diasumsikan, Paramadina banyak menerbitkan
                                    karya-karya Nurcholish Madjid, selain beberapa karya sarjana lain seperi Syafii
                                    Anwar tentang pemikiran cendikiawan Muslim Orde Baru, dan Bahtiar Effendi
                                    tentang pola-pola hubungan Islam dan negara dalam sejarah Indonesia.


                                    Sementara Mizan semakin berkembang dengan corak buku Islam yang disebut
                                    di sini dalam kategori moderat, muncul penerbit lain yang memiliki basis
                                    sosiologis dalam kelompok terbiyah, satu kelompok Muslim yang bisa disebut
                                    skripturalis atau fundamentalis. Penerbit tersebut adalah Gema Insani Press
                                    (GIP) yang didirikan di Jakarta pada 1986 oleh Umar Basyarahil. Dengan motto
                                    “Penerbit Buku Andalan”, GIP banyak menerbitkan buku-buku terjemahan
                                    dari Timur Tengah, m eliptui berbagai tema—tafsir, hadis, sejarah nabi, akidah,
                                    syariat dan ibadah, rumah tangga dan keluarga, dan politik Islam —terutama
                                                                                                  72
                                    karya-karya penulis Ikhwanul Muslimin dan para pendukungnya, seperti Sayyid
                                    Qutb, Muhammad Qutb, dan Muhammad al-Ghazali. Oleh karena itu, GIP
                                    sesungguhnya memposisikan dirinya sebagai bermusuhan dengan bentuk-
                                    bentuk praktik dan pemikiran Islam liberal, seraya mendukung ajaran Islam yang
                                    lebih literal dan puritan.
                                                           73

                                    Posisi GIP demikian bukan tanpa alasan. GIP sejak awal berdirinya sangat
                                    terkait dengan proses penerjemahan karya-karya ulama Timur Tengah. Karena
                                    itu, buku-buku yang menjadi fokus penerbitan GIP bertemakan haraqah atau
                                    gerakan Islam. Untuk hanya menyebut beberapa saja, buku-buku tersebut
                                    antara lain Tujuan dan Sasaran Jihad, Ali Bin Nafayyi’ al-Alyani (1992), Ujian,
                                    Cobaan, Fitnah dalam Dakwah,  Dr. M. Abd. Qadir Abu Faris (1992), Tarbiyah
                                    Rasulullah, Najib Khalid Al-Ami (1994), Dakwah Islam Dakwah Bijak, Said bin Ali
                                    al-Qahthani (1995), Ikhwanul Muslimin : Konsep Gerakan Terpadu, Dr.Ali Abdul
                                    Halim Mahmud (1997), Panduan Jihad : Untuk Aktifis Gerakan Islam, Dr. Hilmy
                                    Bakar Almascaty, M.A (2001), Pergerakan Muslimah Menyongsong Era Baru,
                                    Amatullah Shafiyyah & Astriana (2002), Jundullah: Mengenal Intelektulitas dan
                                    Akhlak Tentara Allah, Said Hawwa (2002), Prinsip-prinsip Pendidikan Rasulullah
                                    Saw, Prof. Dr. Alawi al Maliki (2002), Kebangkitan Islam di Andalusia, Ahmad
                                    Mahmud Himayah, 2004, Tarbiyah Jaadah, Muhammad ad-Duaisy (1998).     74


                                    Menurut data yang ada, hingga sat ini GIP telah berhasil menerbitkan ribuan
                                    judul  buku  (tidak  termasuk  yang  berjilid  atau  berseri)  yang  bertemakan
                                    Islam,  yang  meliputi  bidang  Akidah,  Syari’ah,  Syakhsiyah  (Kepribadian),
                                    Mar’ah (kewanitaan), Politik Islam, Dakwah, hingga tentunya kajian Harakah
                                                 75
                                    (Pergerakan).  Sampai sekarang, GIP merupakan salah satu penerbit Islam yang
                                    terbesar  setelah  Mizan.  Kebanyakan  buku-buku  tersebut  berbentuk  booklet
                                    (buku  kecil/saku)  yang  kurang  dari  100  halaman,  dan  seringkali  merupakan
                                    terjemahan dari bahasa Arab. 76





                    270
   281   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291