Page 290 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 290
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Hal yang sama juga dilakukan penerbit Erlangga. Sejak tahun 2002, Penerbit
yang lebih dikenal sebagai penerbit buku-buku teks pelajaran ini membuat satu
divisi baru yakni divisi penerbitan buku Islam. Dari kehadiran divisi baru inilah
penerbit Erlangga pada akhirnya turut serta berpartisipai menerbitkan buku-
buku Islam. Setidaknya hingga tahun 2003, penerbit ini berhasil menyajikan
tidak kurang dari 17 judul buku bernuansa Islam, baik buku berjenis pemikiran
Islam maupun cerita- cerita ringan. Bahkan, buku Kisah Hikmah, dalam rentang
waktu tahun 2002 telah dicetak ulang sebanyak lima kali. 93
Begitupun dengan Penerbit Bumi Aksara. Penerbit yang didirikan pada tahun
1990 ini pada awalnya hanya terfokus pada penerbitan buku-buku umum
dengan beragam tema seperti ekonomi, hukum, sosial, elektronik, otomotif,
pendidikan, serta beberapa tema lainnya. Namun, pada perkembangan
selanjutnya, sejak tahun 2000, penerbit ini membentuk divisi penerbitan baru
dengan spesialisasi yang lebih khusus yakni Penerbit Amzah. Penerbit Ini khusus
menerbitkan buku-buku yang bertemakan keislaman. Tercatat bahwa hingga
tahun 2006, Penerbit Amzah berhasil menghadirkan 79 judul buku Islam.
94
Namun, meskipun para penerbit umum tersebut telah berhasil menerbitkan
banyak buku-buku Islam, tetap bahwa dari sisi penjualan, mereka masih kalah
bersaing dengan penerbit-penerbit Islam yang terkadang hadir melalui karya-
karya yang masuk dalam kategori best seller. Dan munculnya buku Islam
95
dalam kategori best seller ini mulai tampak merebak di Indonesia sejak beberapa
dasawarsa yang lalu ketika beberapa penerbit Islam besar menghadirkan
beberapa judul yang dalam kategori tertentu, sangat diminati oleh masyarakat
pembaca buku di Indonesia.
Penerbit Amzah pada pameran
Indonesia Internasional Book Fair
2014. Penerbit ini merupakan
divisi penerbitan khusus dari
Penerbit Bumi Aksara yang
menerbitkan buku bertema
keislaman.
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
274

