Page 275 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 275

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Buku Sebagai Gerakan Pembaharuan






           Bersama dengan kemunculan majalah Al-Imam di Singapura (1905-1909) dan           Bersama dengan
           selanjutnya  Al-Munir  di  Padang  (1911-1916)—  dua  publikasi  reformis  Islam   kemunculan majalah
           yang pertama dan memiliki jaringan dengan Kairo —gerakan reformasi Islam       Al-Imam di Singapura
                                                           35
                                                                                            (1905-1909) dan
           Indonesia muai bergerak dalam dunia penerbitan buku-buku Islam, di samping    selanjutnya Al-Munir di
           jurnal dan surat kabar tentu saja. Muhammadiyah (berdiri pada 1912) mulai      Padang (1911-1916)—
           menerbitkan sejumlah majalah, antara lain  Bintang Islam (1923), Bendera Islam   dua publikasi reformis
                                                                                           Islam yang pertama
           (1924),  Al-Kirom  (1928)  Adil  (1932),  Pantjaran Amal  (1936),  Ichtiyar  (1937),   dan memiliki jaringan
                                                                                            dengan Kairo—
           selain beberapa koran seperti Al-Chair  (1926)  di  Surakarta,  Soengoenting    gerakan reformasi
           Moehammadijah (1927-1929) di Yogyakarta, dan Swara Islam (1931-1933) di        Islam Indonesia muai
           Semarang. 36                                                                   bergerak dalam dunia
                                                                                         penerbitan buku-buku
                                                                                         Islam, di samping jurnal
           Begitu juga dengan Persatuan Islam (Persis) yang turut menyebarkan ide-idenya   dan surat kabar tentu
           melalui bentuk publikasi keislaman seperti majalah Pembela Islam (1929), al-          saja.
           Fatwa (1931), Sual-Djawab (1930-an).   Pun demikian dengan Sarekat Islam
                                                37
           yang dalam sejarah pendiriannya berhasil menerbitkan seperti majalah Hindia
           Serikat (1913), dan juga beberapa harian mulai dari Oetusan Hindia, Pantjaran
           Warta, Sinar Djawa (kesemunya mulai berproduksi tahun 1913), Neratja (1916),
           Sinar Hindia (1924), Hindia Baru (1924). Selain itu ada pula beberapa majalah
                                                                     38

           lain terbitan SI seperti Al-Islam, Simpaj, serta Sarotomo (1916).
           Peran penting majalah dan berkala di atas kemudian diperkuat oleh kedatangan
           buku-buku Islam. Studi terdahulu yang dilakukan oleh Ockeleon memberi fakta
           yang  jelas:  bahwa  buku-buku Islam  yang  diterbitkan  pada  awal  abad ke-20
           bukan hanya besar dalam jumlah, tapi yang terpenting buku-buku tersebut
           berkonsentrasi pada hampir semua disiplin pengetahuan Islam yang ditemukan
           dalam kitab kuning dari lembaga-lembaga Islam tradisional, khususnya
           pesantren. Beberapa contoh buku Islam dalam kajian Ockeleon, diklasifikasikan   Buku-buku Islam yang
                                                                                         diterbitkan pada awal
                                                                               39
           menurut disiplin pengetahuan yang beragam seperti dalam kitab kuning.           abad ke-20 bukan
                                                                                          hanya besar dalam
                                                                                           jumlah, tapi yang
           Yang pertama adalah karya-karya tentang bahasa Arab  yang itu bisa di lacak dari   terpenting buku-buku
           buku-buku seperti Djalan ke Qoeran, Pengajaran Bahasa Arab dan Nahwoenya     tersebut berkonsentrasi
           (A.D. Haanie, 1936), Pengadjaran bahasa Arab & Grammaticanja, (A.D. Haanie     pada hampir semua
                                                                                         disiplin pengetahuan
           dan  Moehammad  Farid  Wadjdi,  1931),  Kitab akan beladjar membatja dan      Islam yang ditemukan
           menoelis toelisan Arab diterangkan dengan bahasa Melajoe hoeroef Woelanda,   dalam kitab kuning dari
           (Achmad  bin  Abdullah  Assagaff,  1918), Kamoes Arab-Melajoe  (Fadloe’llah   lembaga-lembaga Islam
           Moehammad  dan  B.  TH.  Brondgeest),  serta  Himpoenan Peribahasa Inggris,   tradisional, khususnya
                                                                                              pesantren.
           Belanda, Arab dan Minangkabau, (Siradjuddin ‘Abbas, 1934). 40









                                                                                                 259
   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280