Page 304 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 304
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Syaikh Mahfuzh Termas adalah ulama ketiga dari Indonesia yang menduduki
Syaikh Mahfuzh Termas posisi penting di Mekkah. Dia bahkan lebih dihormati di kalangan kyai-kyai
adalah ulama ketiga 7
dari Indonesia yang Jawa dibanding Kyai Nawawi . Dia berhasil menyelesaikan pendidikan Islam di
menduduki posisi bawah bimbingan ulama-ulama terkenal di Mekkah dan menjadi ahli qira’ah.
penting di Mekkah. Dia Dia menulis kitab empat jilid yang digunakan di pesantren dan termasuk ulama
bahkan lebih dihormati Indonesia yang pertama mengajarkan hadits Shahih Bukhari kepada murid
di kalangan kyai-
kyai Jawa dibanding kesayangannya, Hasyim Asj’ari, yang kelak mendirikan organisasi Nahdlatul
Kyai Nawawi. Dia Ulama (NU).
berhasil menyelesaikan
pendidikan Islam di
bawah bimbingan Sebelum kemerdekaan sebagian besar umat Islam bersatu dalam satu wadah
ulama-ulama terkenal partai politik menghadapi penjajahan Belanda. Tidak pada perbedaan yang
di Mekkah dan menjadi mencolok di kalangan umat Islam yang bergerak di bidang politik dan perbedaan
ahli qira’ah. Dia menulis itu hanya perbedaan antara kelompok santri dan abangan. Perbedaan
kitab empat jilid yang
digunakan di pesantren pandangan antara kelompok santri dan abangan dapat dilihat dari perbedaan
dan termasuk ulama mereka dalam hal ideologi negara yang akan didirikan. Kelompok santri
Indonesia yang pertama menuntut untuk mendirikan Negara Indonesia berlandaskan pada syariat Islam
mengajarkan hadits
Shahih Bukhari kepada sedangkan kelompok abangan menginginkan negara nasional yang mencakup
8
murid kesayangannya, semua penduduk Indonesia tanpa ada perbedaan agama . Kelompok santri
Hasyim Asj’ari, yang pada umumnya berjuang melalui partai-partai Islam dan kelompok abangan
kelak mendirikan mendukung partai-partai berideologi nasionalisme, komunisme dan Kristen.
organisasi Nahdlatul
Ulama (NU).
Kebijakan pemerintah Hindia Belanda dalam politik Etis tahun 1901 yang
memberikan kesempatan pendidikan bagi Indonesia dan Undang-undang
Desentralisasi tahun 1903 yang memberikan hak kepada penduduk lokal
di Indonesia untuk membentuk suatu Dewan Perwakilan, di Indonesia mulai
tumbuh berbagai organisasi dan partai politik. Amir menjelaskan bahwa
9
setelah munculnya kebijakan-kebijakan itu terdapat tiga kategori partai-partai
di Indonesia: (1) partainya keturunan Belanda, (2) partainya keturunan Cina,
dan (3) Partainya orang Indonesia. Untuk partai yang didirikan oleh orang-
orang Indonesia dapat dikelompokkan dalam partai yang berdasarkan Islam
Kelompok santri dan nasionalis. Sementara Benda mengelompokkan dalam dua kategori
10
menuntut untuk
mendirikan Negara yang hampir sama yaitu kelompok nasionalis Islam dan nasionalis sekuler.
Indonesia berlandaskan Pembagian ini didasarkan pada realita bahwa kedua kelompok ini sebenarnya
pada syariat Islam sama-sama memperjuangkan ide-ide kebangsaan hanya saja berbeda dalam
sedangkan kelompok
abangan menginginkan hal menempatkan posisi agama. Kelompok pertama menjadikan Islam sebagai
negara nasional yang dasar perjuangan membangun cita-cita negara Indonesia sementara kelompok
mencakup semua kedua bersifat netral terhadap agama.
penduduk Indonesia
tanpa ada perbedaan
agama8. Kelompok Perjuangan umat Islam bisa dibedakan berdasarkan strategi mereka dalam
santri pada umumnya menghadapi penjajahan. Sebagian dari mereka ada yang melakukan perlawanan
berjuang melalui
partai-partai Islam dan kepada pendudukan penjajah Belanda dan Jepang secara revolusioner dan ada
11
kelompok abangan sebagian mengambil strategi koperatif . Namun baik kelompok yang menempuh
mendukung partai- cara-cara perlawanan maupun koperatif, kedua-duanya memiliki cita-cita yang
partai berideologi sama yaitu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kelompok koperatif
nasionalisme,
komunisme dan biasanya diwakili oleh kelompok modernis (reformis) sementara kelompok
Kristen. yang melawan penjajahan diwakili kelompok tradisionalis. Kelompok modernis
sebagian besar mendapatkan pendidikan dari sekolah-sekolah yang didirikan
288

