Page 305 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 305

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3

































           Kitab Manhaj Zawin Nazhar fi Syarhi Manzhumati `Ilmil Atsar ditulis   Muhibah zil Fadhli `ala Syarh al-’Allamah Ibnu Hajar Muqaddimah Ba
           oleh Syaikh Mahfuzh Termas. Kandungannya membicarakan Ilmu   Fadhal, Kitab fiqh empat jilid ini, yang dikarang oleh Syaikh Mahfuzh
           Mushthalah Hadits merupakan Syarh Manzhumah `Ilmil Atsar karangan   Termas,  merupakan syarah atau komentar atas karya Abdullah Ba
           Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Kitab ini banyak dipelajari di berbagai   Fadhl ”Al-Muqaddimah Al-Hadhramiyyah”.
           pesantren di Indonesia.                            Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.
           Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.



           Belanda sebagai akibat dari kebijakan politik etis Belanda sementara mereka
           yang mengobarkan semangat perlawanan biasanya berasal dari pendidikan
           Islam  lokal  (pesantren).  Sebagian  besar  murid-murid  Nawawi  Banten  dan
           Mahfuhz Termas mengembangkan organisasi bercorak tradisionalis sementara
           murid-murid Ahmad Khatib cenderung menjalankan Islam bercorak reformis.
           Di samping didominasi oleh ulama-ulama trandisionalis, kelompok Islam non
           koperatif  juga diwakili oleh pemuda Islam revolusioner yang terpengaruh oleh    Kelompok Islam
                           12
           faham sosialisme .                                                            politik secara ideologi
                                                                                          berhadapan dengan
                                                                                          kelompok nasionalis
           Secara umum pendekatan Islam politik dalam pergerakan-pergerakan Islam          dan sosialis yang
           tidak banyak mengedepankan perbedaan-perbedaannya karena memiliki tujuan        memiliki cita-cita
           yang sama yaitu menjadikan indonesia merdeka melalui perjuangan umat           yang berbeda dalam
           Islam. Mereka mencita-citakan terciptanya sebuah negara yang berdasarkan       mewujudkan negara
                                                                                           Indonesia. Tokoh-
           pada ideologi Islam. Mereka bersatu padu mewujudkan cita-cita Islam itu.        tokoh Islam yang
           Beberapa tokoh-tokoh Islam yang terkenal adalah Achmad Dahlan, Hasyim         terkenal adalah Ahmad
           Asj’ari, Cokroaminoto, dan Agus Salim. Kelompok Islam politik secara ideologi   Dahlan, Hasyim Asyari,
                                                                                           Cokroaminoto dan
           berhadapan dengan kelompok nasionalis dan sosialis yang memiliki cita-cita    Agus Salim. Beberapa
           yang berbeda dalam mewujudkan negara Indonesia. Beberapa tokoh nasionalis     tokoh nasionalis adalah
           adalah Sukarno, Hatta dan Mohammad Yamin sementara tokoh-tokoh sosialis        Sukarno, Hatta dan
                                                                                           Mohammad Yamin
           adalah Tan Malaka, Muso dan Semaun. Karenanya, di awal kemerdekaan dalam        sementara tokoh-
           hal ideologi pergerakan-pergerakan nasional di Indonesia di bagi dalam tiga    tokoh sosialis adalah
           kelompok besar yaitu kelompok Islam, nasionalis dan sosialis .                Tan Malaka, Muso dan
                                                                   13
                                                                                               Semaun.




                                                                                                 289
   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310