Page 306 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 306
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Menurut Deliar Noer penyebaran
14
gerakan pembaharuan Islam yang
kemudian melahirkan gerakan
politik umat Islam di Indonesia
di mulai dari Minangkabau. Dari
Minangkabau arus pembaharuan
yang bermuara dari Syaikh Ahmad
Khatib ini menyebar ke berbagai
daerah di Indonesia. Hanya saja
walaupun gerakan pembaharu
pada awalnya berkembang di
Minangkabau tetapi organisasi
politik umat Islam pertama
kali muncul di Jawa. Sekolah
Thawalib misalnya mengalami
perubahan dengan memfokuskan
pada urusan politik setelah
Pintu masuk Perguruan Thawalib
Padang Panjang Bagian Putra pada tahun 1923 seorang guru
yang didirikan sejak 1911. Thawalib bernama Datuk Batuah datang dari Jawa dan membawa pengaruh
Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya. komunis yang lebih mencerminkan sikap radikal melawan penjajah dibanding
faham materialisme itu sendiri. Namun demikian peralihan politik para guru
dan siswa di Sekolah Thawalib Padang Panjang terjadi secara perlahan-lahan
melalui bacaan koran-koran dan majalah-majalah yang membahas masalah
politik termasuk masalah-masalah tentang Sarekat Islam. Seorang wakil
presiden Sarekat Islam, Abdul Muis, sering mengunjungi daerah asalnya untuk
mengurus kepentingan-kepentingan rakyat. Pengaruh komunis yang dibawa
Kegiatan-kegiatan
politik umat Islam di oleh Datuk Batuah menimbulkan polemik di kalangan ulama di Minangkabau
Indonesia secara umum dan akhirnya pada tahun 1924 Persatuan Guru-Guru Agama Islam menyepakati
dipelopori oleh Sarekat sebuah keputusan menolak komunisme dan menyatakan sebagai ajaran yang
Islam (SI). SI didirikan
15
di Solo pada tanggal 11 bertentangan dengan Islam .
November 1912 yang
merupakan kelanjutan
dari organisasi Sarekat
Dagang Islam (SDI). SDI
didirikan pada tanggal Sarekat Islam
16 Oktober 1905 oleh
Haji Samanhoedi
memiliki tujuan untuk Kegiatan-kegiatan politik umat Islam di Indonesia secara umum dipelopori oleh
memajukan ekonomi Sarekat Islam (SI). SI didirikan di Solo pada tanggal 11 November 1912 yang
umat Islam dalam
menghadapi persaingan merupakan kelanjutan dari organisasi Sarekat Dagang Islam (SDI). SDI didirikan
bisnis dengan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhoedi memiliki tujuan untuk
pedagang-pedagang memajukan ekonomi umat Islam dalam menghadapi persaingan bisnis dengan
Cina. SDI pada awalnya pedagang-pedagang Cina. SDI pada awalnya menghimpun para pedagang
menghimpun para
pedagang batik lokal batik lokal di Solo yang merasa direndahkan oleh orang-orang Cina. Keturunan
di Solo yang merasa Cina ini menganggap dirinya lebih tinggi dan memposisikan sejajar dengan
direndahkan oleh
orang-orang Cina. orang-orang Belanda. Pada awalnya baik pedagang lokal maupun Cina biasa
bekerjasama di antara mereka namun setelah Revolusi Cina pada tahun 1911
290

