Page 31 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 31

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1599, 21 Juni:  Armada dagang Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtman
                                      dan adiknya Frederick de Houtman berlabuh di teluk Aceh.
                                      Aceh menjadi persinggahan awal Belanda di Nusantara sebelum
                                      nantinya menyebar ke belahan Nusantara lainnya. Dalam
                                      perjalanannya, mereka mempekerjakan John Davis, seorang
                                      Inggris, menjadi pemandu jalan menuju Nusantara.


                       1600:          Pangeran Maurits de Nassau, Pendiri dan Kepala Republik
                                      Belanda, mengirim tim delegasi ke Aceh untuk merundingkan
                                      kemungkinan membangun hubungan kenegaraan dan
                                      perdagangan Aceh-Belanda. Utusan tersebut membawa surat
                                      diplomatik yang berbahasa Spanyol (bahasa internasional saat
                                      itu),  yang  isinya  penuh  dengan  optimisme.  Mereka  berangkat
                                      dengan empat buah kapal yang bernama Zeelandia, Middelborgh,
                                      Lange Bracke, dan De Sonne.


                       1601 23 Agustus: rombongan diplomatik Belanda yang dikirim Pangeran
                                      Maurits de Nassau, Pendiri dan Kepala Republik Belanda, tiba di
                                      pelabuhan Banda Aceh.


                       1602:          Pemerintah Belanda membentuk kongsi dagang bersama
                                      bernama  Vereenigde  Oost-Indische  Compagnie  (VOC)  untuk
                                      menyamakan visi para saudagar Belanda dan mencegah
                                      monopoli sepihak.


                       1630:          Syamsuddin al-Sumatrani wafat. Ia merupakan seorang ulama
                                      besar asal Aceh yang hidup pada masa Sultan Iskandar Muda
                                      memerintah Aceh. Syamsuddin dimakamkan di Malaka, sebuah
                                      negara bagian di Malaysia.

                       1638:          Raja  Banten,  Abdul  Qadir  (1626-1651)  mendapat  gelar  sultan
                                      sebagai hadiah dari misi khusus yang dikirimkannya ke Tanah
                                      Suci. Di samping itu, Sultan Banten ini diceritakan telah menerima
                                      buah  tangan dari  penguasa  Haramain  berupa bendera  dan
                                      pakaian suci dan apa yang dipercayai sebagai bekas jejak kaki
                                      Nabi SAW.


                       1641:          Pangeran Rangsang, penguasa Mataram kala itu, mengirim
                                      duta ke Mekkah sebagai upaya mendapatkan legitimasi sebagai
                                      penguasa Muslim dari pusat keagamaan Islam itu.













                                                                                                 15
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36