Page 32 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 32

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                       1645:          Syaikh Yusuf al-Makassari diinisiasi ke dalam tarekat Qadiriyah
                                      oleh  Nuruddin  al-Raniri  di  Aceh.  Di  dalam  karyanya,  Safînah
                                      al-Najah, Yusuf  mengatakan silsilah tarekat Qadiriyah darinya.
                                      Melalui Syaikh Yusuf al-Makassari pula tarekat ini kemudian
                                      tersebar ke Sulawesi Selatan.


                       1661:          Abddurauf Sinkel pulang dari menuntut ilmu di Haramain

                       1669-1671:     Sultan Abunasar Abdul Kahar dari Banten atau Sultan Haji pergi
                                      ke Mekkah

                       1674-1676: Sultan Abunasar Abdul Kahar dari Banten atau Sultan Haji pergi ke
                                      Mekkah kedua kalinya


                       1679:          Abdurrauf Singkil mulai memperkenalkan tarekat Syattariyah
                                      ke Aceh. Murid yang berguru kepadanya banyak dan berasal
                                      dari Aceh serta wilayah Nusantara lainnya. Beberapa yang
                                      menjadi ulama terkenal ialah Syekh Burhanuddin Ulakan dari
                                      Pariaman,  Sumatera  Barat dan  Syekh  Abdul  Muhyi Pamijahan
                                      dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

                       1693:          Abd  Al-Rauf  Singkil  wafat.  Ia  memiliki  pengaruh  yang  besar
                                      dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan Nusantara pada
                                      umumnya. Ia dimakamkan di samping masjid yang dibangunnya
                                      di Kuala Aceh, desa Deyah Raya Kecamatan Kuala, sekitar 15 Km
                                      dari Banda Aceh.

                       1710 dan 1713 : Terjadi perlawanan petani terhadap VOC di wilayah afdeling
                                      Sukabumi Selatan yang dipimpin oleh orang-orang yang bertitel
                                      haji. Salah seorang haji yang pernah dikarantina dan kemudian
                                      ditahan oleh VOC adalah,  Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul
                                      Khalwati Al-Makasari Al-Bantani yang diberi gelar oleh para
                                      pengikutnya dari Gowa dengan sebutan “Tuanta Salamaka ri
                                      Gowa”.

                       1737:          Abu ’Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Mukhtar al-Tijani,
                                      pendiri Tarekat Tijaniyah, lahir di ‘Am Madi, Aljazair Selatan.
                                      Ia merupakan seorang ulama yang mengklaim dirinya sebagai
                                      keturunan XXI Nabi Muhammad Saw, melalui Hasan ibn ’Ali ibn
                                      Abi Thalib.


                        1750:         Ketika telah menguasai sebagian besar wilayah pesisir utara
                                      Jawa, VOC kembali memerintahkan penyusunan kompendium.
                                      Maka tersusun kompendium  Mugharraer. Disebut demikian
                                      karena merupakan saduran dari kitab Muharrar karya Abu al-
                                      Qasim ‘Abdl Karim bin Muhammad ar-Rafa’i dari Qaswin, Persia,
                                      wafat 623 H. Kitab ini telah lama menjadi pedoman, semacam
                                      undang-undang bagi para penghulu dalam mengadili kasus-
                                      kasus yang dihadapkan kepadanya.

                     16
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37