Page 392 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 392

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Endnotes
                                    1     Aqib Suminto 1985, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES), h. 110.
                                    2     Harry  J.  Benda  1955,  “Indonesian  Islam  under  the  Japanese  Occupation,  1942-1945”,
                                          Pacific Affairs, vol. 28, No. 4, h. 354; lihat juga Benda 1985, The Crescent and the Rising
                                          Sun, Indonesian Islam  under the Japanese Occupation  1942-1945,  (The  Hague  and
                                          Bandung: W. van Hoeve Ltd.).
                                    3     Kementerian Agama 2014, “Profil Kementerian Agama”, diakses pada 22 Februari 2014
                                          dari www.kemenag.go.id.
                                    4     Suminto 1985, Politik Islam, h. 111-114.
                                    5     Benda 1955, “Indonesian Islam”, h. 353.
                                    6     Benda 1985, The Crescent and the Rising Sun; Benda 1955, “Indonesian Islam”,  h. 354.
                                    7     Benda 1955, “Indonesian Islam”,  h. 354.
                                    8     Bahtiar Effendy 2009, Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di
                                          Indonesia, cet. ii, yang diperluas, (Jakarta: Paramadina, LSI dan Prenada Media Group), h.
                                          2-3.
                                    9     Effendy 2009, Islam dan Negara, h. 3.
                                    10    Effendy 2009, Islam dan Negara, h. 363.
                                    11    Taher 1997,  Aspiring for the Middle Path: Religious Harmony in Indonesia,  (Jakarta:
                                          CENSIS).
                                    12    Suminto 1985, Politik Islam, h. 20-26. Lihat juga Deliar Noer 1980, Gerakan Modern Islam
                                          di Indonesia 1900-1942, (Jakarta: LP3ES), h. 187-194.
                                    13    Suminto 1985, Politik Islam, h. 23-24; Noer 1980, Gerakan Modern Islam, h. 191.
                                    14    Suminto 1985, Politik Islam, h. 24.
                                    15    Fuad Zainul 2007,  Religious Pluralism in Indonesia: Muslim-Christian Discourse,
                                          disertasi doktoral di Universitas Hamburg, Jerman.
                                    16    Azyumardi Azra dan Saiful Umam (ed.) 1998, Menteri-Menteri Agama RI: Biografi Sosial-
                                          Politik, (Jakarta: INIS, Badan Litbang Agama RI bekerja sama dengan PPIM-IAIN Jakarta).
                                    17    Azra dan Umam (ed.) 1998, Menteri-Menteri Agama RI.
                                    18    Azyumardi Azra 1999,  Konteks Berteologi di Indonesia: Pengalaman Islam,  (Jakarta:
                                          Paramadina), h. 63-64.
                                    19    Atho  Mudzhar  (2013),  “Lingkungan  dan  Peran  Strategis  FKUB  dalam  Pemeliharaan
                                          Kerukunan Umat Beragama dan Persatuan Nasional,” paper pada acara Fasilitasi
                                          Peningkatan Kapasitas dan Kelembagaan FKUB Propinsi dan Kabupaten/Kota, Direktorat
                                          Jendral  Kesatuan Bangsa  dan Politik,  Kementerian  Dalam  Negeri,  3 dan  4  September
                                          2013.
                                    20    Mudzhar 2013, “Lingkungan dan Peran Strategis FKUB”.
                                    21    Ulil Abshar Abdalla 2000, “Beberapa Kendala Praktis Dialog Antar Agama”, Kompas 5
                                          Agustus 2000.
                                    22    Thalchah Hasan 1999, “Reaktualisasi Pembinaan Kerukunan Umat Beragama”, makalah
                                          tidak dipublikasikan.
                                    23    Lihat publikasi laporan tahunan yang dibuat oleh Wahid Institute 2011, Lampu merah
                                          kebebasan beragama,  (Jakarta:  Wahid  Institute  Annual  Report  2011);  lihat  juga  Zainal
                                          Abidin  Bagir  dkk.  2011,  Laporan  Tahunan  Kehidupan  Beragama  di  Indonesia  2010,
                                          (Yogyakarta:  CRCS  UGM);  Rizal  Panggabean  dan  Ihsan  Ali-Fauzi  2014,  Pemolisian
                                          Konflik Keagamaan di Indonesia, (Jakarta: PUSAD Paramadina, MPRK UGM dan The Asia
                                          Foundation).
                                    24    Panggabean dan Ali-Fauzi 2014, Pemolisian Konflik.
                                    25    Lihat Mudzhar 2013, “Lingkungan dan Peran Strategis FKUB” dan Taher 1997, Aspiring
                                          for the Middle Path.
                                    26    Bagir dkk. 2011, Laporan Tahunan, h. 47.
                                    27    Lihat Mudzhar 2010, “Pengaturan Kebebasan Beragama dan Penodaan Agama di Indonesia
                                          dan Berbagai Negara”, paper untuk Kajian tentang Putusan Mahkamah Konstitusi No.
                                          140 tanggal 19 April 2010 tentang Uji Materil UU No.1/PNPS/1965, Kementerian Hukum
                                          dan HAM. Lihat juga Bagir dkk. 2011, Laporan Tahunan.
                                    28    Bagir dkk. 2011, Laporan Tahunan.





                    376
   387   388   389   390   391   392   393   394   395   396   397