Page 397 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 397
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
BAB IX
Gerakan Dakwah:
Pergumulan Islamisasi
dalam Politik dan Budaya
di Indonesia
i pagi yang dingin di Westminster Abbey, bulan Desember 1873,
Max Müller naik
Max Müller naik mimbar diikuti tatapan mata para hadirin. Dalam mimbar diikuti tatapan
Dceramahnya, filosof Jerman yang kemudian dikenal sebagai pendiri dan mata para hadirin.
bapak religious studies itu, membagi enam agama besar kepada dua kategori: Dalam ceramahnya,
“missionary religion” dan “non-missionary religion” (agama dakwah dan agama filosof Jerman yang
kemudian dikenal
non-dakwah). Dalam kategori pertama, Müller memasukkan Buddhisme, sebagai pendiri
Kristen dan Islam. Sedangkan dalam kelompok kedua, Yahudi, Brahmanisme dan bapak religious
dan Zoroastrianisme. Ceramah itu sangat berpengaruh pada audiens yang studies itu, membagi
enam agama besar
kemudian menjadi bersejarah karena melahirkan buku klasik, Introduction to kepada dua kategori:
the Science of Religion. Sejak itu, sosiologi agama mengenal dua pembagian “missionary religion”
agama berdasarkan misinya. dan “non-missionary
religion” (agama
dakwah dan agama
Mengutip penjelasan Lyall dalam jurnal Fortnightly Review (1874), Thomas W. non-dakwah). Dalam
kategori pertama,
Arnold menjelaskan ‘agama misionaris’ yang dimaksud Müller adalah agama Müller memasukkan
yang penyebaran kebenarannya dan masuknya orang-orang luar ke dalam Buddhisme, Kristen
agama itu merupakan sebuah misi suci yang ditanamkan oleh pendiri dan dan Islam. Sedangkan
penerusnya, bahwa semangat kebenaran dalam hati orang-orang beriman harus dalam kelompok kedua,
Yahudi, Brahmanisme
disebarluaskan sehingga termanifestasikan ke dalam pikiran, kata-kata dan dan Zoroastrianisme.
perbuatan yang tidak memuaskan kecuali ajaran itu telah disebarkan kepada
setiap jiwa manusia sampai kebenaran itu diterima secara luas.
1
381

