Page 399 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 399

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           paling kuat berpengaruh menurutnya adalah faktor “unremitted labours of
           Muslim missionaries”(usaha  yang  tak  kenal  lelah  para  pendakwah  Muslim).
           Selengkapnya, Arnold berujar:

                The  spread  of  this  faith  over  so  vast  a  portion  of  the  globe  is  due  to
                various causes, social, political and religious: but among these, one of
                the most powerful factors at work in the production of this stupendous
                result, has been the unremitted labours of Muslim missionaries, who, with
                the Prophet himself as their great example, have spent themselves for the
                conversion of unbelievers.
                                         4




           “Unremitted labours” adalah jantung perkembangan Islam yang tak pernah
           berubah sejak zaman Nabi, zaman Arnold hingga zaman kontemporer kini.           Faktor yang paling
                                                                                           kuat berpengaruh
           “Semangat  dakwah” adalah rumusan  historis  Islam  yang telah  menjawab        dalam penyebaran
           keheranan beberapa sejarawan asing dan para orientalis yang mempertanyakan        Islam adalah
           bagaimana Islam sangat cepat tersebar dan bisa diterima secara luas. Semangat   faktor “unremitted
                                                                                           labours of Muslim
           dakwah adalah energi inti atau ruh yang menggerakkan proses Islamisasi yang    missionaries”(usaha
           sering sulit dipahami cara berfikir Barat bagaimana orang Islam begitu sangat   yang tak kenal lelah
           kuat mendakwahkan dan memperjuangkan agamanya. Apa yang diceritakan             para pendakwah
           Peter Carey tentang Jenderal De Kock, panglima perang Belanda dalam Perang    Muslim). “Unremitted
                                                                                            labours” adalah
           Jawa (1925-1830) yang melihat gigihnya Pangeran Diponegoro mungkin adalah     jantung perkembangan
           salah satu contoh dari ‘semangat yang tak kenal lelah’ ini. De Kock dengan       Islam yang tak
                                                                                            pernah  berubah
           penuh keheranan menyatakan: “Ini orang (Diponegoro) mungkin terbuat dari        sejak zaman Nabi,
           besi karena ia tidak kenal lelah untuk terus bertempur dan bertempur melawan   zaman Arnold hingga
           Belanda.”                                                                      zaman kontemporer
                    5
                                                                                            kini. Semangat
                                                                                            dakwah adalah
           Carey selama 40 tahun mempelajari Pangeran Diponegoro sehingga paham           energi inti atau ruh
           betul sifat dan karakter sang ulama-pejuang ini. Walaupun penyataan De Kock    yang menggerakkan
           dalam konteks perang, tapi perang membela agama dalam Islam bisa sebagai      proses Islamisasi yang
                                                                                          sering sulit dipahami
           bentuk terakhir atau tak ada pilihan lain dalam dakwah seperti ketika Nabi      cara berfikir Barat
           Muhammad terpaksa harus melayani tantangan masyarakat kafir Quraisy dalam       bagaimana orang
                                                                                          Islam begitu sangat
           Perang Badar,  Uhud dan Khandak, atau  ketika Diponegoro  dan  masyarakat      kuat mendakwahkan
           Jawa tak punya pilihan lain untuk mengusir pengaruh buruk Belanda yang telah   dan memperjuangkan
           merusak tatanan moral sosial Jawa kecuali dengan angkat senjata.                   agamanya.


           ‘Semangat dakwah’ juga sekaligus mengkritik pandangan bahwa Islamisasi
           dilakukan atas motif-motif non-agama seperti ekonomi, kekuasaan dan
           kepentingan-kepentingan lain, seperti pandangan ahli sejarah Vlekke. Vlekke
           tak mempercayai Islam disebarkan melalui dakwah, Menurutnya, “bisa kita
           singkirkan gagasan bahwa agama baru itu dibawa ke Asia Tenggara lewat
           kegiatan dakwah. Kata ‘dakwah’ itu sendiri menyesatkan. Sampai tahun-tahun








                                                                                                 383
   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404