Page 402 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 402
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
Dakwah Islam di Nusantara
Akselerasi dan tingkat keberhasilan dakwah di setiap kawasan Islam berbeda-
beda tergantung proses historisnya masing-masing. Untuk konteks Nusantara,
kesuksesan dakwah Islam telah banyak mengundang keheranan para sejarawan
karena jaraknya yang sangat jauh dari Timur Tengah sebagai sumber kelahiran
Islam. Jarak jauh ini hanya dihubungkan oleh alat transportasi tradisional yang
masih sangat sederhana yang hanya mengandalkan kapal layar bertenaga
angin. Kebudayaan Nusantara yang sebelumnya sudah sangat kuat didominasi
agama dan kultur Hindu Budha yang sudah mengakar berabad-abad menambah
Menurut Coedes keheranan tersebut yang kemudian berhasil digantikan oleh pengaruh Islam.
"interupsi Islam" “Interupsi Islam,” kata Coedès, “telah memotong hubungan-hubungan
16
“telah memotong
hubungan-hubungan spiritual antara Hindu Asia Tenggara dengan Brahma India dan membunyikan
spiritual antara Hindu lonceng kematian kebudayaan India di Nusantara.” Padahal, kebudayaan India
Asia Tenggara dengan di Nusantara adalah salah satu kebudayaan besar dunia yang telah meraih
Brahma India dan 17
membunyikan lonceng pengikut luas dalam sejarah manusia. Mungkin timbul pertanyaan, penjelasan
kematian kebudayaan apakah yang memuaskan untuk mengerti kekuatan di balik Islamisasi di
India di Nusantara.” Nusantara? Apakah penjelasan motivasi ekonomi dan politik cukup untuk
menjelaskan perkembangan Islam yang dikatakan Stoddard sebagai “the most
amazing event in human history”?
Lagi-lagi, disinilah pentingnya penjelasan Arnold. Pandangan yang historis dan
akurat bila Arnold melihat “semangat dakwah Muslim” adalah alasan dibalik
suksenya persebaran dan desiminasi Islam. Tentu, para da’i dan mubaligh
Islam tidak menafikkan impuls-impuls ekonomi dan kekuasaan, tetapi itu lebih
merupakan alat untuk memperlancar islamisasi. Buku Sejarah Nasional Indonesia
Jilid III yang diedit Uka Tjandrasasmita cukup proporsional dalam menjelaskan
masalah yang sebenarnya klasik tapi penting ini:
Kedatangan Islam dan cara menyebarkannya kepada golongan bangsawan
dan rakyat umumnya, ialah dengan cara damai, melalui perdagangan
dan da’wah oleh mubaligh-mubaligh atau orang-orang alim. Kemudian
apabila situasi politik di kerajaan-kerajaan itu mengalami kekacauan, dan
kelemahan disebabkan perebutan kekuasaan di kalangan keluarga raja-
raja, maka agama Islam dijadikan alat politik bagi golongan bangsawan
atau raja-raja yang menghendaki kekuasaan itu. Mereka berhubungan
dengan pedagang-pedagang Muslim yang posisi ekonominya kuat
karena penguasaan pelayaran di lautan dan perdagangan. Apabila telah
terwujud kerajaan Islam maka barulah mereka melancarkan perang
terhadap kerajaan bukan Islam. Hal itu bukan semata-mata karena
masalah agamanya, tetapi karena dorongan politik untuk menguasai
386

