Page 405 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 405

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                Indonesia-Malaysia, tetapi hanyalah setelah abad ke-12 pengaruh Islam
                kelihatan lebih nyata. Karena itu, proses islamisasi tampaknya mengalami
                akselerasi antara abad ke-12 dan ke-16. 27




           Dalam gelombang berikutnya, dakwah Islam di Nusantara diuntungkan              Runtuhnya Baghdad
           oleh kondisi mundurnya dunia Islam dalam level internasional. Runtuhnya          akibat serangan
           Baghdad akibat serangan pasukan Hulagu Khan dari Mongol tahun 1258 telah      pasukan Hulagu Khan
           memproduksi arus historis sejarah yang menguntungkan. Para sufi mengalami    dari Mongol tahun 1258
                                                                                          telah memproduksi
           diaspora ke berbagai negara dan yang paling masif mengalir ke Nusantara        arus historis sejarah
           melalui perdagangan. Anthony H. Johns melihat periode ini dunia Islam sedang   yang menguntungkan.
           didominasi oleh faham tasawuf. Para sufi yang kecewa melihat kemunduran        Para sufi mengalami
           politik dunia Islam di kawasan Timur Tengah kemudian menyebar ke berbagai      diaspora ke berbagai
                                                                                           negara dan yang
           bangsa.  Kehadiran  mereka  di jalur-jalur  laut  memperkuat  proses  Islamisasi   paling masif mengalir
           Asia Tenggara hingga abad ke-17. Karena masifnya proses islamisasi oleh para   ke Nusantara melalui
           mubaligh  dalam  jalur  perdagangan  dan  di  banyak  pelabuhan,  Anthony  Reid   perdagangan. Anthony
                                                                                         Reid (1993) menyebut
           (1993)  menyebut  periode  ini  sebagai  “religious revolution” yang terutama   periode ini sebagai
           terjadi antara tahun 1570-1630 dalam masa semaraknya perdagangan perak        “religious revolution”
                                                                                            yang terutama
           (silver  boom).   Dalam  periode  ini  pulalah,  kata  Meuleman  (1998),  kawasan   terjadi antara tahun
                        28
           Asia Tenggara mengalami apa yang dalam zaman modern disebut sebagai             1570-1630 dalam
           “globalisasi” oleh hiruk-pikuk perdagangan yang menggiring masyarakat Islam     masa semaraknya
           di kepulauan tersebut menjadi world-citizenry (warga dunia). 29                perdagangan perak
                                                                                             (silver boom).
           Menyebut para sufi berarti melihat peranan tasawuf dan gerakan tarekat
           yang memang menjadi pilar penting dalam proses dakwah dan Islamisasi di
           Nusantara. Peranan para sufi dan saudagar dalam proses Islamisasi hampir
           tak ada perdebatan diantara para sejarawan. Siapakah para sufi ini? Johns
           mendeskripsikan sosok mereka:

                “Mereka adalah para guru pengembara yang pergi ke berbagai arah
                penjuru dunia yang mereka kenal, mereka menjalani hidup apa adanya
                dan berhubungan dengan para pedagang atau perajin lokal dengan
                cara mereka masing-masing; mereka mengajarkan teosofi yang telah
                bercampur dan dikenal luas oleh bangsa Indonesia tapi yang sudah
                mereka yakini, meskipun itu sebagai bentuk pengembangan dari ajaran
                Islam. Mereka memiliki kekuatan gaib, kekuatan menyembuhkan ... Guru-
                guru tasawuf itu dengan ilmu dan kemampuannya dan dengan kekuatan
                spiritualnya  mampu  menarik  hati  gadis-gadis  dan  mengawini  putri-
                putri bangsawan Indonesia, dan dengan demikian, anak-anak mereka
                memiliki pengaruh keturunan darah raja yang memperkuat legitimasi dan
                melengkapi kharisma keagamaan mereka.”   30










                                                                                                 389
   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410