Page 409 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 409

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                Soeharto juga menginginkan organisasi-organisasi Islam untuk tidak
                terlibat dalam aktifitas-aktifitas politik tetapi diminta untuk hanya
                                                         41
                mengurusi persoalan-persoalan agama saja.



           Semua tekanan politik ini telah menyudutkan kalangan Islam dan memberikan
           kesadaran bahwa mereka pada kenyataannya lemah secara politik. Ini akhirnya
           menciptakan kondisi psikologis di mana mereka merasa mayoritas dalam jumlah
           tetapi minoritas dalam kualitas. Pada gilirannya, mayoritas Islam berubah     Semua tekanan politik
           menjadi minoritas secara mental. Kenyataan ini oleh Schwarz disebut “sebuah   ini telah menyudutkan
                                                                                          kalangan Islam dan
           anomali.”  Schwarz  menyebutkan,  anomali  kelompok  mayoritas  yang  merasa   memberikan kesadaran
           diperlakukan sebagai kelompok minoritas sering ditemukan dalam hubungan          bahwa mereka
                                                                                          pada kenyataannya
           antara kelompok-kelompok agama di Indonesia. Ia melihat “Muslim leaders        lemah secara politik.
           often sound and act like members of a persecuted minority” (para pemimpin     Kelemahan umat Islam
           Islam sering bersuara dan bersikap seperti kelompok minoritas).  Merasakan     disebabkan saat itu
                                                                        42
                                                                                           mereka mayoritas
           puncak-puncaknya penindasan politik di awal-awal Orde Baru, Mohammad           dalam jumlah tetapi
           Natsir,  mantan  pemimpin Masyumi,  mengkespresikan kekesalannya secara          minoritas dalam
           akurat namun cukup menyedihkan dengan ungkapannya “pemerintah telah            kualitas dan sumber
           benar-benar memperlakukan kita seperti kucing kurap yang terseok-seok.” 43        daya manusia.

           Kelemahan umat Islam disebabkan saat itu mereka mayoritas dalam jumlah tetapi
           minoritas dalam kualitas dan sumber daya manusia. Hal ini sangat dirasakan
           pada tahun-tahun pertama Orde Baru ketika pemerintah menjalankan kebijakan
           politik modernisasi dan arena politik didominasi oleh para aktifis dengan latar
           belakang  nasionalis  sekuler,  Kristen  dan  kelompok  sosialis.  Sedangkan  para
           pemimpin Masyumi diperlakukan buruk dan aktifitas politik mereka dibatasi.
           Di sisi lain, mayoritas umat ketika itu umumnya berpendidikan rendah, miskin
           dan tidak memiliki keahlian.  Sejak periode awal Orde Baru sampai 1970-
                                      44
           an, kalangan Islam tidak mampu menyediakan sumber-sumber daya manusia
           unggulan yang dibutuhkan oleh negara yang baru merdeka. Indonesia ketika
           itu masih berada dalam tahapan masyarakat yang disebut sebagai “masyarakat
                  45
           sawah”,  sebuah istilah yang diasosiasikan kepada masyarakat petani tradisional
           yang tidak memiliki keahlian industrial dan teknologi. Dari kenyataan itu, politik
           Islam memang belum memiliki kekuatan, sementara politik pemerintah Orde
           Baru dominan dengan kelompok abangan dengan figur-figurnya yang merekrut
           kalangan teknokrat sekuler dan ekonom-ekonom kalangan sosialis. Selama
           beberapa dekade hingga tahun 1970-an, para aktifis dan tokoh-tokoh Islam
           yang menyuarakan aspirasi Islam, tidak berperan, terkucilkan, dan terpinggirkan.


           Memasuki  tahun  1980-an,  barulah  kondisi  mulai  berubah.  Perubahan-
           perubahan penting terjadi dalam masyarakat Islam. Perubahan dramatis dalam
           kehidupan politik, ekonomi dan agama terjadi cukup signifikan disebabkan oleh








                                                                                                 393
   404   405   406   407   408   409   410   411   412   413   414