Page 414 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 414

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3





























           Masjid Salman ITB. Salman adalah
           masjid kampus yang semarak
           dengan program-program
           dakwah yang menyentuh
           kebutuhan spiritual masyarakat
           perkotaan.
           Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya.



                                    hidupnya aktiftas remaja masjid, yang sama sekali baru adalah munculnya
                                    pemakaian busana muslimah (jilbab) di kalangan pelajar puteri dan mahasiswi
                                    yang ketika itu belum terbiasa. Bagi para aktifis yang merasakan bagaimana
                                    represifnya negara Orde Baru pada kelompok Islam, secara psikologis,
               Sebuah program
               unggulan Salman      pemandangan Salman adalah pemandangan perlawanan politik, kultural
               yang kemudian        dan hentakan kebangkitan Islam. Sebuah program unggulan Salman yang
              berpengaruh besar     kemudian berpengaruh besar terhadap munculnya gerakan masjid kampus se-
             terhadap munculnya
            gerakan masjid kampus   Indonesia tahun 1990an adalah program LMD (Latihan Mujahid Dakwah) untuk
              se-Indonesia tahun    mahasiswa. Dibentuk tahun 1971, program ini dimaksudkan sebagai program
            1990an adalah program   kaderisasi untuk memperluas dakwah Islam di kampus-kampus dan membentuk
             LMD (Latihan Mujahid
               Dakwah) untuk        jaringan mahasiswa Islam secara luas.
             mahasiswa. Dibentuk
            tahun 1971, program ini   LMD menekankan bentuk kegiatannya pada training (pengkaderan). Beberapa
             dimaksudkan sebagai
              program kaderisasi    training diselenggarakan, dengan para pesertanya datang dari berbagai kampus
              untuk memperluas      di Jawa dan Sumatera. Keyakinan dan komitmen para peserta terhadap Islam
               dakwah Islam di      ditingkatkan melalui materi-materi Tauhid, Al-Qur’an sebagai pandangan hidup,
             kampus-kampus dan
             membentuk jaringan     memahami Islam, Islam dan Sunatullah, Hadits, Ijtihad, Kepribadian Muslim,
                                                                                                 56
            mahasiswa Islam secara   Masyarakat Islam,  Keluarga Muslim  dan praktik ibadah sehari-hari.  Pengkaderan
                    luas.           LMD menjadi efektif karena kehadiran sosok Imaduddin Abdulrahim, seorang
                                    intelektual kharismatik yang, beberapa tahun kemudian, menjadi ‘arsitek’
                                    pembentukan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Selama delapan
                                    tahun di tahun 1970an, LMD diselenggarakan sebanyak 71 kali, pelaksanaannya
                                    tidak hanya di Bandung tetapi juga di kota-kota lain seperti Jakarta, Yogyakarta
                                    dan  Medan. Program  ini  telah  menghasilkan  alumni-alumni  yang kemudian





                    398
   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419