Page 418 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 418
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
organisasinya. Pada masa kepemimpinan Mutammimul Ula (1983-1986), buku
karya Muhammad Qutb, Petunjuk Jalan, dijadikan bahan pengakaderan PII
dan juga dalam LMD Salman. Sebagai perlawanan atas rezim Soeharto yang
anti-Islam, ideologi Ikhawanul Muslim menjadi perlawanan melalui gerakan
dakwah dan intelektual. Periode 1980-90an, buku-buku yang ditulis tokoh-
tokoh Ikhwan dan para pemikir Timur Tengah lainnya menjadi bacaan luas. Abul
A’la Al-Maududi, adik kakak Muhammad dan Sayyid Qutb, Hasan Al-Bana, Said
Hawa, Muhammad Al-Ghazali dan Yusuf Qardhawi dibaca luas dan memiliki
penerbitannya sendiri seperti Pustaka Salman dan Ishlahy Press. Kemudian
muncul Gema Insani Press, Al-Kautsar, Robbani Press dan Era Intermedia.
Sebuah program
unggulan Salman Hasilnya, ideologi dan metode dakwah Ikhwanul Muslimun sangat mempengaruhi
yang kemudian para aktivis Islam di masjid-masjid di dalam kampus maupun di luar kampus dan
berpengaruh besar
terhadap munculnya dengan segera diadopsi oleh program training dan mentoring LDK. Akhir tahun
gerakan masjid kampus 1980-an, gerakan dakwah di masjid-masjid yang terpengaruh oleh harakah
se-Indonesia tahun Ikhwan mulai dikenal sebagai gerakan tarbiyah yang terus berkembang hingga
1990an adalah program sekarang menjadi gerakan dakwah yang khas mengadopsi model Ikhwanul
LMD (Latihan Mujahid
Dakwah) untuk Muslimun. LDK kemudian terus merubah diri sesuai tuntutan situasi. Di era
mahasiswa. Dibentuk reformasi, tanggal 25-29 Maret 1998, jaringan LDK se-Indonesia mengadakan
tahun 1971, program ini pertemuan ke-10 di Masjid Universitas Muhammadiyah Malang, diikuti oleh 46
dimaksudkan sebagai
program kaderisasi dari 49 LDK yang ada yang menyepakati perubahan nama jaringan LDK menjadi
untuk memperluas Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dengan Fahri Hamzah dari
dakwah Islam di UI sebagai ketuanya. KAMMI kemudian tumbuh menjadi gerakan mahasiswa
kampus-kampus dan 61
membentuk jaringan Islam yang paling kuat dalam gerakan mahasiswa tahun 1998 hingga sekarang.
mahasiswa Islam secara
luas.
Fenomena Mubaligh Populer
Dalam proses intensifikasi Islam di mana dakwah semakin terbuka dan Islam
telah diterima secara luas itu, kita menyaksikan sebuah fenomena baru yaitu
tren munculnya mubaligh populer yang dibesarkan oleh media massa, baik
cetak maupun elektronik, terutama televisi. Pada satu dasawarsa terakhir Orde
Baru, selain sebagai media informasi dan hiburan, karena jangkauannya yang
luas, televisi juga menjadi media dakwah yang efektif menyampaikan pesan-
pesan ajaran Islam. Perkembangan ini semakin semarak setelah bermunculannya
televisi-televisi swasta. Bahkan fenomena mubaligh populer bukan hanya di
masyarakat tapi juga masuk ke lingkaran kekuasaan Orde Baru. Di bawah ini akan
402

