Page 413 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 413

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           Indonesia. Tahun 1990-an, gerakan masjid kampus ini mengalami metamorfosis    Tahun 1980-an adalah
           dalam jaringan masjid yang menjadi basis atas beberapa perkembangan penting     dekade kesaksian
           Islam Indonesia mulai dari munculnya fenomena kerudung (jilbab) di kalangan   sejarah atas bangkitnya
                                                                                         gerakan dakwah yang
           kelas elit, pembentukan kelas menengah Muslim, terbentuknya ICMI hingga       berbasis masjid kampus
           kemunculan partai politik Islam era reformasi yang berbasis gerakan masjid      yang dirintis oleh
           kampus  yaitu  Partai  Keadilan  Sejahtera  (PKS),  yang  keikutsertaannya  dalam   mahasiswa-mahasiswa
           pemilu pertama yang diikutinya langsung menjadi partai menengah.              Muslim yang kemudian
                                                                                          menjadi embrio bagi
                                                                                           proses intensifikasi
           Tahun 1980-an, Salman adalah masjid kampus yang semarak dengan program-          Islam Indonesia
           program dakwah yang menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat perkotaan.        pada dua dasawarsa
                                                                                              berikutnya.
           Selain berfungsi sebagai masjid kampus, Salman menyusun program-programnya
           untuk memenuhi kebutuhan siraman rohanui masyarakat di Bandung dan
           sekitarnya, dari anak-anak, remaja, pemuda/mahasiswa hingga ibu-ibu. Untuk
           tingkat remaja dan pemuda dibentuk organisasi Keluarga Remaja Islam Salman
           atau disingkat “Karisma”yang diperuntukkan bagi para pelajar SMA dan
           mahasiswa sebagai wadah aktifitas keislaman. Sepuluh tahun kemudian (1989),
           anggotanya sudah mencapai 2.880 orang dengan 223 orang pengelola.  53

           Untuk  memperdalam pengetahuan agama  para pemuda,  Karisma
           menyelenggarakan  program  rutin  Studi  Islam  Intensif  (SII).  Yang  fenomenal
           adalah program untuk para pelajar umum di kota Bandung untuk memperdalam    Surat dari Presiden Sukarno yang
           pendidikan agama, yaitu program Mentoring, diselenggarakan setiap hari      memberian nama Masjid Salman
           minggu pagi diikuti oleh ratusan pelajar.  Dengan program                   ITB.
                                                54
           ini, Salman ITB adalah masjid kampus yang paling hidup                      Sumber: Dokumentasi Masjid Salman
           aktifitas keislamannya saat itu. Hidupnya aktifitas masjid
           kampus ini, kemudian segera menular ke kampus-
           kampus lain. Pada periode ini, muncul gerakan remaja
           masjid di seluruh Indonesia yang kebanyakan dibentuk
           oleh para aktifis PII/HMI dengan slogannya  “back to
           the mosque.” Fenomena Salman kemudian merebak ke
           masjid-masjid kampus lain seperti Masjid Al-Azhar Sunda
           Kelapa, Masjid Cut Meutiah di Jakarta, Masjid Istiqamah
           dan Mujahidin di Bandung, Masjid Syuhada di Yogkarta
           dan Masjid Al-Falah di Surabaya. Ketika gerakan remaja
           masjid  sudah  menasional,  didirikanlah  BKPMI  (Badan
           Koordinasi  Pemuda  Masjid  Indonesia)  sebagai  lembaga
           yang otonom dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). DMI
           sendiri adalah bagian dari  World Council of Mosques
           (Dewan  Masjid  Dunia)  yang  berafiliasi  kepada  Muslim
           World League (Liga Dunia Muslim). 55

           Dalam suasana kemerosotan moral masyarakat di
           perkotaan, pendidikan agama bagi para pelajar yang
           ditawarkan  masjid-masjid  kampus  memberikan  sebuah
           alternatif pendidikan Islam. Tetapi, lebih dari sekadar





                                                                                                 397
   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418