Page 412 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 412

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                          Semua bentuk kepercayaan supernatural yang berbeda-beda sumbernya
                                          seperti roh-roh lokal, karuhun yang sudah meninggal, dewa-dewa Hindu,
                                          dan para Nabi yang sebelumnya dilibatkan secara bersamaan dalam
                                          upacara ... sekarang hanya nama Allah yang terdengar ... sama halnya
                                          ketika para penduduk desa ditanya untuk siapa ritual itu dipersembahkan
                                          dan kepada siapa mereka meminta keselamatan. Mereka hanya berbicara
                                          tentang Allah ... (1999: 156). 50





                                    Islamisasi yang melanda masyarakat Jawa dari Islam abangan kepada Islam
                                    santri masa Orde Baru, secara perlahan membuat dikotomi santri-abangan oleh
                                    Clifford Geertz (1960) pun memudar baik di tingkat massa hingga kalangan elit
                                    politik, dan sudah tidak relevan lagi untuk menjelaskan Islam Indonesia.  Melihat
                                                                                                     51
                                    begitu hegemoniknya Islam Indonesia tahun 1990an, Liddle menyebut periode ini
                                    sebagai “The Islamic Turn in Indonesia” (1996). Pada era Islamic turn ini, dakwah
                                    Islam mengalami diferensinya yang luas. Dakwah muncul dalam ekspresinya
                                    yang beragam bahkan yang tak ada presedennya dalam sejarah. Di luar arus
                                    utama Islamisasi, penting untuk memperhatikan arus dakwah yang terjadi di
                                    “blok luar Muslim.”  Blok ini adalah arus baru gerakan-gerakan keagamaan
                                                       52
                                    di kalangan masyarakat (vernacular Islam) yang membuat attachment kepada
                                    Islam lebih kuat. Karena gerakan dakwah yang berlangsung di masyarakat
                                    sangat banyak dan luas yang tak cukup dibahas semua di sini, pembahasan
                                    akan difokuskan pada empat gerakan yang paling fenomenal sejak tahun
                                    1980-an, yaitu gerakan masjid kampus masa Orde Baru yang menjadi basis dari
                                    kebangkitan Islam tahun 1990-an dan seterusnya, fenomena mubaligh populer
                                    nasional, gerakan dakwah pendidikan melalui sekolah-sekolah Islam terpadu
                                    yang digarap kelompok tarbiyah, dan fenomena majlis taklim yang bercita-rasa
                                    khas Indonesia.











                                    Gerakan Masjid Kampus Tahun 1980-an





                                    Tahun 1980-an adalah dekade kesaksian sejarah atas bangkitnya gerakan
                                    dakwah yang berbasis masjid kampus yang dirintis oleh mahasiswa-mahasiswa
                                    Muslim yang kemudian menjadi embrio bagi proses intensifikasi Islam Indonesia
                                    pada dua dasawarsa berikutnya. Bermula dari Masjid Salman ITB  di Bandung,
                                    gerakan masjid kampus merebak ke berbagai masjid di kampus-kampus seluruh




                    396
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417