Page 422 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 422
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
ceramah terbatas hanya di ruang-ruang pengajian, rekaman kaset-kasetnya
menembus batas-batas geografis, etnis dan sekat-sekat komunitas. Namanya
pun semakin meroket menjadi tokoh nasional yang dianggap menjadi panutan
dan kemudian dikenal di negara-negara rumpun Melayu Asia Tenggara.
Karena popularitas namanya berada dalam “Islamic turn” di Indonesia, seperti
KH. Kosim Nurseha, ia pun masuk ke lingkaran pusat kekuasaan. Zainuddin
langganan berceramah di keluarga Presiden Seoharto, Wakil Presiden Try
Soetrisno, Panglima Jenderal Faisal Tanjung, Kasad Jenderal R. Hartono,
Komandan Kopassus Mayjen Prabowo Subianto dan Pangdam VII Wirabuana,
Mayjen Agum Gumelar. Di puncak suksesnya sebagai pendakwah, Zainuddin
kemudian tergoda politik. Ia masuk di jajaran partai politik yang kemudian
membuatnya dijauhi ummatnya karena menjadi terjebak pada keberpihakan.
Dengan identitas partai, ia dipandang sudah tidak netral sebagai ulama. Ini
cukup lama membuatnya resah dan gelisah, ceramahnya mulai kurang didengar.
Diperkuat oleh kekecewaannya sendiri pada kelakuan para politisi di dalam
partai yang susah diluruskan, akhirnya ia keluar lagi dan mencoba memperbaiki
lagi citranya. Tapi beras sudah menjadi bubur. Popularitas sang da’i semakin
menurun sejak itu hingga meninggalnya akibat serangan jantung pada 5 Juli
2011.
Saat-saat mulai lunturnya pengaruh da’i berjuta ummat, kiblat mubaligh populer
di Indonesia bergeser lagi dari Jakarta ke Bandung dengan munculnya seorang
da’i bersorban khas Pangeran Dipenogoro yang materi-materi ceramahnya tidak
Terdapat beberapa mengandalkan pada penguasaan materi keislaman seperti Zainuddin tapi pada
perbedaan yang kesederhanaan menjalani hidup dengan berusaha membersihkan hati: KH.
menarik antara
“fenomena Zainuddin” Abdullah Gymnastiar, dengan konsep dakwahnya “manajemen qalbu.” Pada
dengan “fenomena tahun 2000, Aa Gym atau Agym, panggilan akrab Abdullah Gymnastiar mulai
Agym” sebagai tampil berdakwah di TV Nasional. Ia menjadi salah satu pengisi acara tetap dalam
perkembangan tren
dakwah di Indonesia. program Hikmah Fajar di RCTI. Setahun kemudian, Agym memiliki program
Bila ceramah-ceramah mandiri di bawah rangkaian program Hikmah Fajar berjudul “Manajemen
Zainuddin lebih Qolbu”.
kepada memberikan
pemahaman,
Agym lebih kepada Terdapat beberapa perbedaan yang menarik antara “fenomena Zainuddin”
memberikan sentuhan. dengan “fenomena Agym” sebagai perkembangan tren dakwah di Indonesia.
Bila materi ceramah
Zainuddin dan para Bila ceramah-ceramah Zainuddin lebih kepada memberikan pemahaman, Agym
da’i dan mubaligh lebih kepada memberikan sentuhan. Bila materi ceramah Zainuddin dan para
umumnya adalah da’i dan mubaligh umumnya adalah menjelaskan Islam dan realitas kekinian,
menjelaskan Islam dan
realitas kekinian, materi materi Agym menjelaskan bagaimana meluruskan hidup dengan membersihkan
Agym menjelaskan hati. Fokus ceramah Agym bukan keluasan dan keagungan ajaran Islam di mana
bagaimana meluruskan umat harus mengamalkannya, tapi hati (qalbu) manusia yang perlu diperbaiki.
hidup dengan
membersihkan hati. Karena membersihkan hati “bukan pengetahuan” melainkan usaha, praktek
dan langkah-langkah, maka ceramah-ceramah Agym terdengar sederhana, yang
406

