Page 425 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 425

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







           jenuh  dengan  kehidupan  material  yang  tak  membahagiakan  serta hilangnya
           tampilan agama dalam wujudnya yang lembut dan menyentuh, tawaran
           manajemen qalbu ibarat oase di tengah padang pasir yang kering dan gersang.
           Kondisi psikologis umat inilah yang menjadi basis dari popularitas Agym yang
           menjadikannya sangat  laris dan disukai masyarakat. Karenanya kemudian,
           pencapaian Agym pun melebihi prestasi yang diraih Zainuddin. Bila Zainuddin
           hanya mengandalkan rekaman kaset dalam penyebaran ceramah-ceramahnya
           yang membuatnya dikenal di kawasan Melayu-Asia Tenggara, ceramah Agym
           menggunakan radio yang di relay oleh 120 radio di 36 negara. Agym menyebut
           pesantrennya sebagai pesantren virtual. Aa Gym pun muncul dalam  cover
           majalah internasional TIME yang bertajuk: “Holy Man.”  Ia pun masuk dalam
           daftar 500 tokoh Islam yang paling berpengaruh di dunia dalam situs  The
           Muslim 500: The World’s 500 Most Influential Muslims 2013/14.

           Yang berbeda juga dari Abdullah Gymnastiar adalah berdakwah sambil
           berbisnis yang keduanya saling menopang.  Agym memiliki bakat bisnis dan
           itu diuntungkan  oleh popularitasnya  sebagai da’i,  dan  dalam posisi  itulah,
           bisnisnya  berkembang  pesat.  Sejak  1999,  Darut  Tauhid  (DT)  memiliki  Radio
           Ummat, mendirikan CV House and Building, PT MQs, PT Tabloid MQ, Asrama
           Daarul Muthmainnah 2000, Radio Bening Hati, dan membangun sebuah
           gedung serbaguna. Ia pun memiliki 15 usaha penerbitan, menerbitkan 32 judul
           buku dan CD dakwahnya. Diperkirakan, asetnya hingga bernilai 6 Miliar. Di



                                                                                       Aula Darul Ilmi dibangun sebagai
                                                                                       gedung serbaguna dalam
                                                                                       lingkungan Daarut Tahuid di
                                                                                       Gegerkalong, Bandung,
                                                                                       Sumber: Direktorat Sejarah dan Niai Budaya

































                                                                                                 409
   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430