Page 426 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 426

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    puncak popularitasnya, ia menerima undangan berdakwah hingga 1.200 setiap
                                    bulannya, dan konon menerima bayaran hingga USD 100.000 perjam pada
                                    bulan Ramadhan.
                                                     65
                                    Namun, sejak 2006, popularitas Agym dan sukses Darut Tauhid ini menurun
                                    drastis setelah badai besar menimpanya ketika Agym mengambil keputusan
                                    berpoligami dengan menikahi Alfarini Eridani (Rini) yang menjadi istri keduanya.
                                    Poligami Agym menjadi heboh nasional dan menurunkan popularitasnya serta
                                    menyusutkan aset bisnis Darut Tauhid secara drastis hingga sekarang. Setelah
                                    masa kemunduran itu, Agym tetap berdakwah tapi dalam komunitas dan
                                    jangkauan yang lebih terbatas dibandingkan sebelumnya. Darut Tauhid masih
                                    berjalan dengan aktifitasnya yang sudah berkurang dan tetap memiliki jama’ah
                                    setianya.


                                    Di samping figur-figur fenomenal yang telah menjadi ikon dakwah di atas
                                    yang mengisi panggung sejarah Islam Indonesia sepanjang tahun 1980-2000-
                                    an, terdapat para da’i populer di “lapisan kedua” yang sama-sama populer
                                    dan dikenal luas tapi tidak sefenomenal Zainuddin dan Abdullah Gymnastiar.
                                    Misalnya Prof. Dr. KH. Quraish Syihab, mufasir senior yang selalu mengasuh
                                    kajian tafsir Al-Qur’an di RCTI pada setiap bulan Ramadhan. Hasil kajian rutinnya
                                    telah menghasilkan banyak buku dan telah dibukukan menjadi ribuan halaman
                                    “Tafsir Al-Misbah” lengkap 30 Juz yang terdiri dari 15 volume dari Surat Al-
                                    Baqarah hingga Surat An-Naas. Kemudian, KH. Yusuf Mansur yang dakwahnya
                                    berlogat khas Betawi. Yusuf Mansur mendirikan Pesanten Darul Qur’an untuk
                                    khusus mencetak para hafidz Qur’an. Ia pun produktif menerbitkan buku-buku
                                    dakwah berbagai tema yang semuanya berisi ajakan meningkatkan gairah
                                    ibadah, optimisme hidup dan mendekatkan diri kepada Allah. KH. Arifin Ilham
                                    dengan suara seraknya yang khas yang lebih menekankan dakwah dzikir. Mamah
                                    Dedeh yang setiap pengajian rutinnya menampilkan kelompok-kelompok majlis
                                    taklim dalam jumlah massal. Sekitar 150 orang dari berbagai daerah di Indonesia
                                    hadir di studio yang semuanya adalah ibu-ibu. Selain itu, terdapat kelompok
                                    habib yang tidak rutin mengisi dakwah di televisi karena mereka lebih banyak
                                    bergerak dalam komunitas-komunitas dakwahnya di Jakarta seperti Majelis
                                    Rasulullah SAW.























                    410
   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430   431