Page 428 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 428
Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3
agama yang kuat dari pengelolaan SIT tak lepas dari semangat awal gerakan
dakwah mereka dengan slogan seperti “back to the mosque,” “Islam adalah
solusi,” dan Islam sebagai alternatif.”
Sebagai sekolah yang lahir dari misi dan cita-cita dakwah, prinsip dasar SIT pun
tak lepas dari tujuan dakwah. Pandangan SIT terhadap sekolah umum misalnya:
(1) Hasil pendidikan dewasa ini cenderung menjadikan manusia yang lebih
mementingkan kehidupan pragmatis, hedonis dan materialis. (2) Sosok manusia
yang diharapkan sistem pendidikan kini dan mendatang adalah insan yang
Konsep kurikulum SIT
adalah “kurikulum religius, berkepribadian, cerdas, kreatif, sehat dan bermanfaat bagi masyarakat
nasional yang diwarnai dan bangsa, sehingga mampu berfungsi sebagai hamba Allah dan khalifah di
dengan nilai-nilai Islam atas bumi. (3) Sistem pendidikan yang paling efektif untuk memenuhi harapan
melalui penambahan
bidang studi keislaman adalah sistem pendidikan terpadu. Sedangan konsep kurikulum SIT adalah
baik secara terpisah “kurikulum nasional yang diwarnai dengan nilai-nilai Islam melalui penambahan
maupun terintegrasi.” bidang studi keislaman baik secara terpisah maupun terintegrasi.” Dan hasil
Dan hasil yang
ditargetkan dari peserta yang ditargetkan dari peserta adalah: memiliki aqidah yang benar, beribadah
adalah: memiliki aqidah secara benar, berakhlak mulia, terampil membaca Al-Qur’an, berakal budi yang
yang benar, beribadah cerdas, berbadan sehat dan kuat, dekat dan cinta pada Al-Quran, bertindak
secara benar, berakhlak kreatif (terampil, mandiri dan bertanggung jawab), bersikap positif (santun,
mulia, terampil
membaca Al-Qur’an, toleran, jujur, berani, disipilin, rajin, cinta kasih sesama. Dari penjelasan di atas,
berakal budi yang nampak semangat dan tujuan SIT sangat berbeda dengan sekolah-sekolah
cerdas, berbadan sehat umum yang dikenal di Indonesia sehingga diharapkan memiliki lulusan yang
dan kuat, dekat dan
cinta pada Al-Quran, juga berbeda.
bertindak kreatif
(terampil, mandiri Di tengah-tengah krisis dan dekadensi moral masyarakat yang sebagiannya
dan bertanggung
jawab), bersikap positif melanda para pelajar sekolah seperti banyak kasus tawuran, pergaulan bebas
(santun, toleran, jujur, (pesta seks remaja, perzinahan, praktek aborsi), perkosaan, pemalakan atau
berani, disipilin, rajin, premanisme pelajar (bullying) hingga pembunuhuan, hadirnya SIT yang sangat
cinta kasih sesama.
menekankan pendidikan agama dan akhlak menjadi angin segar dan daya tarik
yang kuat bagi para orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke SIT.
Hingga dewasa ini, sekolah pendidikan umum di Indonesia berada dalam dilema
yang berat karena ketakmampuannya mengatasi dekadensi moral para pelajar
sekolah yang tak kunjung berhenti yang disebabkan banyak faktor, dari mulai
lemahnya pendidikan agama di rumah dan di sekolah, absen keteladanan orang
tua, guru dan pemerintah hingga pengaruh buruk globalisasi melalui alat-alat
elektronik dan teknologi informasi, terutama televisi dan internet. Masalah ini
diperumit oleh sikap sering saling menyalahkan antara para ahli pendidikan,
pihak sekolah dan pemerintah atas kondisi ‘lingkaran setan’ yang sulit dicari
ujung pangkalnya itu.
Dalam konteks inilah, kehadiran SIT dengan tawaran pendidikan terpadunya
yang dikelola melalui konsep , membuat sekolah-sekolah IT di seluruh Indonesia
laku keras dan menjadi pilihan banyak orang tua. Uang masuk dan SPP yang
412

