Page 404 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 404

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                                    Pandangan ini kemudian dikenal sebagai teori Arab yang didukung oleh Crawfurd,
                                    Keijzer, Niemann, de Hollander, Hamka, Djajadiningrat dan Mukti Ali, J.C. van
                                    Leur dan Azra. Argumen abad ke-7/8 yang dikemukakan para ahli itu bukanlah
                                    hal yang aneh mengingat Nusantara sudah ramai dikunjungi dan dilintasi para
                                    pedagang Muslim dalam pelayaran dagang mereka ke negeri-negeri Asia
                                    Tenggara dan Asia Timur. “Tampaknya,” kata Ricklefs, “para pedagang yang
                                    beragama Islam sudah ada di beberapa bagian Indonesia selama beberapa abad
                                    sebelum agama Islam memperoleh kedudukan yang kokoh dalam masyarakat-
                                    masyarakat lokal” .
                                                     23

                                    Membuktikan pandangan tersebut, berdasarkan berita Cina zaman T’ang pada
             Berdasarkan sumber-    abad  7/8,  masyarakat  Muslim  sudah  ada  di  Kanfu  (Kanton)  dan  Sumatra.
                                                                                                             24
              sumber Cina, Islam
             masuk ke Nusantara     Para pedagang itu kemungkinan besar adalah utusan-utusan Bani Umayah.
             tahun 674 M dengan     Kedatangan mereka dalam rangka penjajagan perdagangan, seperti kata Ricklefs
              datangnya seorang     di atas, sebelum datangnya rombongan Muslim dalam jumlah massal pada abad-
               utusan raja Arab
             bernama Ta Cheh atau   abad berikutnya (abad ke-13 hinga ke-16). Berdasarkan sumber-sumber Cina,
             Ta Shi (kemungkinan    Islam masuk ke Nusantara tahun 674 M dengan datangnya seorang utusan raja
              Muawiyah bin Abu      Arab bernama Ta Cheh atau Ta Shi (kemungkinan Muawiyah bin Abu Sufyan)
             Sufyan) ke Kerajaan
             Ho Ling (Kaling atau   ke Kerajaan Ho Ling (Kaling atau Kalingga) di Jawa yang diperintah oleh Ratu
                                           25
            Kalingga) di Jawa yang   Shima.
             diperintah oleh Ratu
                   Shima.
                                    Ta-Shih juga ditemukan dari berita Jepang yang ditulis tahun 748 M. Diceritakan
                                    pada masa itu terdapat kapal-kapal Po-sse dan Ta-shih K-uo. Menurut Rose Di
                                    Meglio, istilah “Po-sse” menunjukkan jenis bahasa Melayu, tapi “Ta-shih” hanya
                                    untuk menunjukkan orang-orang Arab dan Persia, bukan Muslim India.  Pada
                                                                                                        26
                                    670 M di Barus Tapanuli juga ditemukan sebuah makam bertuliskan Ha-Mim
                                    yang berarti tahun 670. Semua fakta itu ditemukan dalam konteks lalu lintas
                                    perdagangan dan interaksi politik di Asia Tenggara antara tiga kekuasaan besar
                                    yang sedang manggung yaitu Cina dibawah Dinasti Tang (618-907), kerajaan
                                    Sriwijaya  (abad  ke-7-14)  dan  Dinasti  Umayyah  (660-749).  Bisa  dipastikan,
                                    interaksi tiga kutub kerajaan besar ini menyisakan banyak peninggalan dan
                                    bukti-bukti sejarah yang banyak. Setelah mengulas berbagai pandangan para
                                    ahli tentang islamisasi di Nusantara, Azra menyimpulkan:


                                          Mempertimbangkan riwayat-riwayat yang dikemukakan historiografi
                                          klasik ini, maka kita bisa mengambil empat tema pokok: Pertama, Islam
                                          dibawa langsung dari Arabia; Kedua, Islam diperkenalkan oleh para guru
                                          dan penyair “profesional” –yakni mereka yang memang khusus bermaksud
                                          menyebarkan Islam; Ketiga, yang mula-mula masuk Islam adalah pada
                                          penguasa; dan Keempat, kebanyakan para penyebar Islam “profesional”
                                          ini datang ke Nusantara pada abad ke-12 dan ke-13. Mempertimbangkan
                                          tema terakhir ini, seperti di bahas di depan, mungkin benar bahwa Islam
                                          sudah diperkenalkan ke dan ada di Nusantara pada abad-abad pertama
                                          Hijri, sebagaimana dikemukakan Arnold dan dipegangi banyak sarjana






                    388
   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409