Page 403 - SKI jld 3 pengantar menteri Revisi Assalam
P. 403

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 3







                kerajaan-kerajaan di sekitarnya seperti misalnya Gowa terhadap kerajaan-
                kerajaaan lainnya di Sulawesi Selatan, Demak, dan Banten terhadap
                kerajaan Jawa-Hindu. 18




           Semangat dakwah adalah energi dan mesin yang bekerja di balik semua proses      Semangat dakwah
           islamisasi yang berlangsung di dunia Islam sepanjang sejarah. Semangat ini      adalah energi dan
           misalnya terditeksi dari para pendakwah di masa-masa awal di Nusantara yang    mesin yang bekerja
                                                                                             di balik semua
           penuh kesulitan tapi tak mengenal lelah menyebarkan agamanya.                    proses islamisasi
                                                                                           yang berlangsung
                                                                                             di dunia Islam
                “Mereka pada mulanya melaksanakan dakwah tanpa bantuan dan                 sepanjang sejarah.
                perlindungan pihak pemerintah yang berkuasa, melainkan semata-mata         Semangat dakwah
                dengan kemampuan persuasi yang telah seringkali menghadapi tantangan,      telah mendorong
                terutama dari pihak bangsa Spanyol. Tetapi di samping berbagai kesulitan   perkembangan Islam
                                                                                           sampai ke negeri-
                itu dan dengan hasil yang belum memadai, para mubaligh tersebut           negeri yang sangat
                bertekad mempergiat usahanya dengan semangat yang tak kenal lelah,       jauh (remote areas) di
                sambil terus menyempurnakan cara-cara kerjanya, yang mereka pandang      kepulauan Nusantara,
                                                                                           yang diduga sudah
                masih belum sempurna”  19                                                 masuk sejak zaman
                                                                                           Nabi sendiri masih
                                                                                                hidup.


           Penjelasan aspek spiritual gerakan dakwah ini menjadi relevan bila dihubungkan
           dengan kondisi alam tradisional Nusantara pada masa-masa awal datangnya Islam.
           Melalui media yang sederhana, para da’i dan mubaligh berhasil menyebarkan
           Islam ke tempat yang sangat jauh hingga ke wilayah Asia Tenggara, kawasan
           yang dalam dunia Islam hingga tahun 1980an masih disebut sebagai kawasan
                   20
           periferal.  Menariknya, saat kedatangan Islam, Nusantara sedang berada dalam
           hegemoni  kerajaan-kerajaan  Hindu-Budha  yang  sudah berkembang  seperti
           Sriwijaya di Sumatra, Tarumanegara dan Pajajaran di Sunda dan Majapahit di
           Jawa serta kerajaan-kerjaan kecil yang berafiliasi pada kerajaan-kerajaan besar
           dan  berada  dalam  pengaruhnya.  Semua  kerajaan  itu  disebut  Coedes  (1975)
           sebagai telah mengalami “Indianisasi” secara politik maupun kultural. Realitas
           Asia Tenggara, dengan demikian, adalah medan dakwah yang sangat berat yang
           ditempuh para ulama dalam melakukan Islamisasinya, yang tak akan berhasil
           dipahami oleh penjelasan semangat menyebarkan agama dan energi besar yang
           menggerakkan sejarah. 21


           Semangat dakwah telah mendorong perkembangan Islam sampai ke negeri-
           negeri yang sangat jauh (remote areas) di kepulauan Nusantara, yang diduga
           sudah masuk sejak zaman Nabi sendiri masih hidup. Fakta-fakta sejarah yang
           diungkap para sejarawan asing maupun domestik, dalam kajian-kajian klasik
           maupun modern, menunjukkan bahwa Islam sudah sampai ke kepulauan
           Nusantara sejak abad pertama hijriyah atau abad ke-7 saat Kerajaan Sriwijaya
           sedang mengembangkan kekuasaannya.
                                                 22



                                                                                                 387
   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408